Beranda blog Halaman 80

Pulang Bersama Garuda, Jamaah Haji Kloter 06 Asal Langkat Tiba Di Tanah Air, H. Sukiatmaja: “Terima Kasih Pemerintah Indonesia” 

0

Foto teks:

Jemaah Haji Kloter 06 Asal Langkat H. Sukiatmaja dan Hj. Ira Lestari Kasimun Saat di Mekah, Arab Saudi

Medan – gnewstv.id

Kelompok Terbang (Kloter) 06 asal Kabupaten Langkat tiba dengan selamat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, pada Sabtu, 29 Juni 2024. Rombongan jemaah haji yang menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA3206 ini mendarat tepat pukul 22.23 WIB.

Setelah menyelesaikan proses kedatangan di Bandara Kualanamu, para jemaah langsung diberangkatkan menggunakan bus menuju Asrama Haji Medan. Mereka tiba di Asrama Haji pada Minggu tengah malam, 30 Juni 2024, tepat pukul 00.25 WIB.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Medan, yang diwakili oleh Wakil Sekretaris PPIH H. Muhammad Yunus, MA, menyambut kedatangan jemaah haji di Aula 1 Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan.

Dalam sambutannya, Muhammad Yunus mengucapkan selamat datang dan selamat kembali ke tanah air kepada para jemaah, seraya mendoakan agar mereka meraih predikat haji mabrur.

“Alhamdulillah, bapak dan ibu sudah kembali ke tanah air dengan selamat dan dalam keadaan sehat dengan wajah ceria dan berseri-seri sebagai salah satu pertanda haji dan hajjah mabrur,” ujar Muhammad Yunus dengan penuh rasa syukur.

Sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumut, Muhammad Yunus berharap agar para jemaah haji dapat mempertahankan predikat haji mabrur dengan menjadi panutan dan teladan, baik dalam keluarga maupun di tengah-tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Muhammad Yunus juga berharap agar para jemaah haji dapat kembali ke daerah masing-masing dengan selamat dan sehat, serta bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga mereka.

Salah satu jemaah haji Kloter 06, H. Sukiatmaja, asal Kabupaten Langkat, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas pelayanan terbaik yang diberikan kepada seluruh jemaah haji. 

“Alhamdulillah, tahun ini saya, H. Sukiatmaja, bersama istri tercinta, Hj. Ira Lestari Kasimun, bisa berangkat bersama-sama ke tanah suci dan akhirnya tiba kembali di tanah air,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.

H. Sukiatmaja juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah atas pelayanan yang diberikan kepada seluruh jemaah haji.

“Kami, jemaah haji asal Kabupaten Langkat, sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh jemaah haji di tanah air,” kata H. Sukiatmaja saat ditemui di kediamannya di Desa Kwala Air Hitam, Kecamatan Selesai, Langkat, pada Minggu siang (30/06/2024).

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Yunus menjelaskan bahwa jumlah jemaah haji Kloter 06 asal Kabupaten Langkat mencapai 356 orang. Namun, satu jemaah haji atas nama Misringa Samproni, dengan nomor manifes 175, wafat selama perjalanan. Hingga hari ini, total jemaah haji asal Sumatera Utara yang wafat berjumlah 17 orang.

Dengan tibanya Kloter 06 ini, diharapkan seluruh jemaah haji dapat kembali ke keluarga masing-masing dalam keadaan sehat dan selamat, serta mampu menjadi teladan yang baik di masyarakat. Perjalanan panjang mereka kini telah usai, membawa harapan baru untuk masa depan yang lebih baik dan penuh berkah. ( tim – ) 

Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga Cetak Kinerja Luar Biasa

0

Medan – gnewstv.id 

Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga mencatatkan kinerja luar biasa pada Tahun Buku 2023. Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diadakan di Medan, diumumkan bahwa pendapatan koperasi mencapai 59 miliar rupiah, meningkat 15,65% dibanding tahun sebelumnya.

Tak hanya pendapatan, aset usaha koperasi juga mengalami pertumbuhan signifikan. Aset usaha Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga tercatat mencapai 142 miliar rupiah, meningkat 13,75% dari tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan komitmen koperasi dalam memperkuat struktur keuangan dan memperluas usaha.

Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga juga menunjukkan performa yang mengesankan dengan realisasi sebesar 9,7 miliar rupiah, meningkat 18,04% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan SHU ini mencerminkan efisiensi dan efektivitas operasional koperasi dalam menjalankan berbagai kegiatan usahanya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi pencapaian Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga. Ia menegaskan pentingnya peran koperasi dalam perekonomian bangsa dan mendorong anggota koperasi untuk terus berinovasi dan berkolaborasi.

“Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga telah membuktikan bahwa dengan manajemen yang baik dan semangat kolaborasi, koperasi bisa menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan. Peningkatan pendapatan, aset, dan SHU yang luar biasa ini adalah bukti nyata bahwa koperasi bisa memberikan dampak positif bagi anggotanya dan masyarakat luas,” ujar Naslindo, Sabtu (29/8).

Keberhasilan ini juga didukung oleh diversifikasi usaha yang dilakukan oleh koperasi. Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga tidak hanya fokus pada simpan pinjam, tetapi juga telah mengeksplorasi berbagai jenis usaha seperti pertokoan, kontraktor, transportasi, pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Acara RAT ini turut dihadiri oleh SEVP Business Support sekaligus Penasehat Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga Tengku Rinel, Badan Pengawas Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga Hadisaputra, tim dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Kanaka Puradiredja Suhartono, Ketua Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga Donny Amril, serta para pelaksana Unit Kelompok Kerja Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga.

Kinerja gemilang Koperasi Jasa Karyawan Nusa Tiga ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi koperasi-koperasi lain di Indonesia untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Nasional. ( tim -)

Eks Napiter Sumut Gelar Kegiatan Sosial Jum’at Berkah Bagikan Sembako Untuk Warga kurang Mampu Di Desa Binjai Bakung Pantai Labu

0

Pantai Labu, Gnewstv.id 

Kekhilafan masa lalu akan menjadi pelajaran besar bagi para Eks Narapidana Teroris (Napiter) yang saat ini sudah kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan terus berbuat baik untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepeda mereka. Dan hal inilah yang dilakukan puluhan Eks Napiter di Sumut yang menggelar kegiatan sosial jum’at berkah berbagi puluhan paket sembako kepada warga kurang mampu di Desa Binjai Bakung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (28/6/2024).

Kegiatan pembagian puluhan paket sembako untuk warga kurang mampu di Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang di hari jum’at berkah ini, dikoordinir oleh Reza Alfino selaku koordinator Eks Napiter Sumut.

Kegiatan sosial para eks napiter di sumut yang membagikan sembako dilakukan dengan cara dari pintu ke pintu mendatangi warga kurang mampu dan kegiatan sosial ini  didukung langsung oleh pihak Polsek Pantai Labu, Kepala Desa Binjai Bakung Topan, Amk.SE dan Armadan selaku ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kecamatan Pantai Labu Desa Denai Sarang Burung.

Puluhan paket sembako yang dibagikan kepada puluhan warga kurang mampu di desa Binjai Bakung,  Kecamatan Pantai Labu ini berupa beras 5 kilogram, minyak goreng, gula pasir dan susu kaleng. Diketahui Seluruh paket sembako ini merupakan hasil rezeki yang disisihkan oleh para anggota Eks Napiter itu sendiri.

Saat para anggota eks napiter ini membagikan paket sembako, terlihat warga kurang mampu di desa binjai bakung ini merasa senang dan bersuka cita, karena mereka sangat terbantu disaat harga kebutuhan pokok kian meroket.

Menurut Reza Alfino selaku koordinator Eks Napiter di sumut ini mengatakan bahwa kegiatan sosial dengan membagikan paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula pasir dan susu kaleng ini merupakan inisiasi para Eks Napiter yang ingin membuktikan bahwa Eks Napiter juga bisa berbuat baik untuk masyarakat

“Kegiatan social dengan membagikan paket sembako berupa beras, minyak goreng, gula pasir dan susu kaleng kepada puluhan warga kurang mampu ini merupakan inisiasi dari para anggota Eks Napiter di Sumut, dan Para Eks Napiter ini ingin membuktikan bahwa Eks Napiter juga bias berbuat baik untuk masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia,” Ujar Reza kepada wartawan.

Sementara Kepala Desa Binjai Bakung, Topan, Amk, SE  mengucapkan banyak terimakasih Para anggota Eks Napiter Sumut, sebab kegiatan positif yang dilakukan anggota Eks Napiter dengan membagikan sembako kepada warga kurang mampu sangatlah bermanfaat.

“Saya selaku kepala desa Binjai Bakung mengucapkan ribuan terimakasih atas kegiatan sosial yang dilakukan para anggota Eks Napiter Sumut dengan membagi-bagikan sembako untuk warga kurang mampu di desa Binjai Bakung ini, sehingga imej negatif terhadap para Eks Napiter ini terbantahkan dengan kegiatan positif yang mereka lakukan,” Kata Topan.

Kepala desa Binjai Bakung Topan berharap kegiatan sosial dengan mebagi-bagikan paket sembako yang dilakukan para anggota Eks Napiter ini dapat terus bekelanjutan untuk membantu warga kurang mampu di wilayah Desa Binjai Bakung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang.(Sur)

Manager Perkebunan Kelapa Sawit PT. PCAS Bandar Khalifah Ditikam Oleh Kelompok Pencuri Sawit

0

Bandar Kalifah, Sergai. Gnewstv.id

Seorang Karyawan perkebunan kelapa sawit yang juga Manager di PT. PCAS dianiaya sekelompok orang yang diduga melakukan pencurian buah sawit di perkebunan tersebut, di Dusun III Desa Pekan, Kecamatan Bandar Khalifah, Sergai.

Kejadian penganiayaan terhadap Manager perkebunan Salipi Sihombing (50) terjadi pada Rabu, 26/6/2024 yang lalu sekitar pukul 11.30 Siang saat sekelompok orang yang masuk ke area perkebunan tersebut hendak melakukan pencurian dan berhasil digagalkan oleh pihak perkebunan, namun naas korban Salipi Sihombing terkena tikaman senjata tajam pelaku Rizal alias Adek Batak (45) dibagian perut sebanyak 4 liang dan saat ini telah menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tebing Tinggi dan dirujuk ke RS Murni Teguh Medan.

Rizal alias Adek Batak sendiri diketahui begitu melakukan penikaman kepada korban langsung melarikan diri bersama rekan-rekannya.

Pihak perkebunan kelapa sawit PT PCAS saat dikonfirmasi melalui Babinsa Koramil 12/BKHH Situmorang perihal Manager perkebunan kelapa sawit PT PCAS yang menjadi korban penikaman,

“Sebelumnya korban dirawat di RS Bhayangkara Tebing Tinggi sebelum dirujuk ke RS Murni Teguh Medan dan korban saat ini masih dalam keadaan perawatan,” jelasnya.

Kanit Intel Polsek Bandar Khalifah Ipda Karel Pardede, saat dihubungi,

“Saat ini kasus tersebut ditangani Reskrim Polsek Bandar Khalifah dan pelaku sendiri beserta terlapor lainnya telah melarikan diri seusai menganiaya dan menikam korban,” jelas nya, Jumat (28/6) sore. (Erick Yoma)

Karya Bate’e Ingatkan Walikota Gunungsitoli Patuhi Aturan Dong

0

GUNUNGSITOLI – gnewstv.id

Setelah narasi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dirinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) beredar luas, Karya Septianus Bate’e S.STP, MAP memberikan respon.

Kepada wartawan, Jumat (28/6/2024), Karya Bate’e menyebut bahwa akan menerima PTDH jika dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yakni Pasal 54 UU 20 Tahun 2023 tentang ASN.

“Silahkan Walikota memberhentikan saya dengan tidak hormat, namun tanpa mengabaikan mekanisme yang berlaku. Karena saya masih warga negara Indonesia,” katanya melalui pesan Whatsapp. 

Selain itu, Karya menerangkan sesuai amanat PP 94 Tahun 2021 sebelum menjatuhi sanksi PTDH Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) wajib melaksanakan pemeriksaan terhadap ASN yang diduga melakukan pelanggaran.

“Walikota harus taat peraturan, terlebih saat ini bukan jaman Orde Baru yang bisa main pecat dengan sesuka hati. Masyarakat tidak bodoh, mereka paham betul narasi PTDH saya bermuara kemana,” ucap Karya.

Selanjutnya, Karya berpesan agar Walikota Gunungsitoli tidak menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kepala Daerah dengan melanggar bunyi Pasal 26, 27, 28, 29, 35, dan 37 dalam PP 94 Tahun 2021.

“Bahkan seorang pembunuh dihadapan pengadilan masih diberikan ruang untuk membela diri, masa saya tidak. Tapi kalaupun terjadi, ini yang di sebut Abuse Of Power. Bagi saya silakan saja, karena penguasa punya kuasa,” tandasnya. (By Kristz)

Warga Kurang Mampu di Serdang Bedagai Belum Mendapatkan Bantuan

0

Serdang Bedagai – gnewstv.id

Puji Rahayu, seorang warga kurang mampu di Dusun 16, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, hingga kini belum mendapatkan bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan bedah rumah. Puji, yang kini menjadi tulang punggung keluarga, memiliki tiga anak yang masih bergantung padanya. Dua di antaranya masih berusia pra-sekolah dan satu anak duduk di kelas 3 SMP, yang juga belum memperoleh Kartu Indonesia Pintar (KIP). 

Kondisi keluarga Puji Rahayu semakin memprihatinkan sejak suaminya meninggalkan mereka lima tahun yang lalu. Tanpa dukungan suami, Puji berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak-anaknya. Saat ini, Puji bekerja sebagai buruh harian lepas di Kota Medan, sementara anak-anaknya tinggal bersama kakek mereka, Kakek Saman, yang juga hanya seorang buruh harian lepas dengan penghasilan yang tidak mencukupi.

Melalui berita ini, Puji Rahayu memohon bantuan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, Kepala Staf Presiden, dan semua pihak terkait untuk memberikan perhatian dan bantuan yang sangat diperlukan bagi keluarganya. Harapan Puji, permohonannya ini dapat segera ditindaklanjuti demi kesejahteraan dan masa depan anak-anaknya.

“Kami berharap pemerintah setempat di Desa Sei Bamban dan Pemkab Serdang Bedagai dapat terketuk hatinya untuk mendata keluarga Puji Rahayu agar mendapatkan bantuan yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat,” ujar UG Hutapea, seorang aktivis yang turut prihatin dengan kondisi keluarga ini. “Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk memastikan bahwa mereka yang benar-benar membutuhkan tidak terlewatkan.”

Situasi yang dialami Puji Rahayu ini seharusnya menjadi perhatian serius, baik dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten. UG Hutapea menyayangkan kurangnya arahan dan perhatian terhadap warga seperti Puji Rahayu yang membutuhkan bantuan untuk mengurangi kekurangan sehari-hari mereka.

Berita ini bukan sekadar panggilan, tetapi sebuah tuntutan untuk keadilan sosial bagi mereka yang selama ini terpinggirkan. Sudah saatnya pemerintah bertindak nyata untuk memberikan kehidupan yang lebih layak bagi Puji Rahayu dan anak-anaknya.( Roni Syahputra )

Pengukuhan Seluruh BPD di Kab.Sergai Menjelang Pemilu 2024

0

Sergai -gnewstv.id

Pengukuhan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) oleh Bupati H. Darma Wijaya menjelang Pemilu 2024 telah menimbulkan berbagai tanggapan kritis. Acara ini berlangsung di halaman apel Kantor Bupati di Sei Rampah, dengan dihadiri Wakil Bupati Adlin Tambunan dan Kapolres AKBP Oxy Yudha Pratesta, SIK.

Bupati berharap para anggota BPD yang dikukuhkan dapat menjalankan fungsi mereka dengan maksimal dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Fungsi BPD mencakup pembahasan dan kesepakatan rancangan peraturan desa, penampungan aspirasi masyarakat, serta pengawasan kinerja desa. Namun, Bupati mengakui bahwa pelaksanaan tugas dan fungsi BPD belum optimal.

Untuk meningkatkan efektivitas, Pemkab Sergai berencana melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi seluruh anggota BPD. Bupati Darma Wijaya juga menekankan pentingnya anggota BPD untuk mematuhi peraturan perundang-undangan, membangun komunikasi yang harmonis, serta mendorong pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam acara ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Drs. Fajar Simbolon, M.Si melaporkan bahwa 1.298 anggota BPD dari 237 desa di Kabupaten Sergai telah dikukuhkan untuk masa jabatan delapan tahun, sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Namun, selentingan beberapa pihak mengkritik bahwa pengukuhan ini dapat memiliki motivasi politik menjelang Pemilu 2024. Ada kekhawatiran bahwa perpanjangan masa jabatan BPD hingga delapan tahun mungkin digunakan untuk mempengaruhi hasil pemilu dan mempertahankan kekuasaan politik di tingkat desa.( Syaputra)

Diduga Gelapkan Uang Rp.2,4 Miliar, Eks Leader BABA PARFUM MS Alias BABE Dipolisikan

0

Deli Serdang – gnewstv.id 

Diduga melakukan tindak pidana pengggelapan uang milik CV.Berkah Anugrah Wangi dengan Brand BABA PARFUM sebesar Rp. 2.455.474.500,-, Eks Leader BABA PARFUM inisial MS alias BABE dipolisikan atau dilaporkan oleh ROHDALAHI SUBHI PURBA, SH Selaku Penasehat Hukum BABA PARFUM ke Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Deli Serdang, Selasa (25/6/2024) Sore 

Berdasarkan Surat Tanda Penerima Laporan (STPL) dengan nomor Laporan Polisi : LP/B/573/VI/2024/SPKT/POLRESTA DELI SERDANG/ POLDA SUMATERA UTARA Tanggal 25 Juni 0224, bahwasanya terlapor dugaan tindak pidana penggelapan dengan inisial MS alias BABE  yang bertempat tinggal di Kecamatan Lubuk Pakam, kabupaten Deli Serdang,  diduga telah melakukan tindak pidana Penggelapan pembayaran uang Parfum sebanyak 86.157 Botol BABA PARFUM yang diduga DILAKUKAN OLEH TERLAPOR.

Berdasarkan bukti laporan kepolisian tersebut, MS Alias BABE yang merupakan Eks LEADER BABA PARFUM ini, diduga mulai melakukan penggelapan sejak tanggal 20 September 2023 hingga 30 Januari 2024 lalu dimana terlapor MS telah meneruskan orderan Parfum dari seluruh membernya ke bagian produksi BABA PARFUM akan tetapi atas seluruh perbelanjaan tersebut Uangnya tidak disetorkan seluruhnya ke Managemen BABA PARFUM, Padahal menurut member dibawahnya seluruh perbelanjaan tersebut sudah dibayar lunas.

Namun kenyataannya pihak managemen BABA PARFUM Mecatat dari Orderan para member yang dibawah MS alias BABE ada sebanyak 86.157 botol BABA PARFUM yang hingga saat sekarang ini, uang dari pemesanan atau order barang tersebut belum disetor oleh terlapor yang menyebabkan  korban CV.Berkah Anugrah Wangi dengan Brand BABA PARFUM mengalami kerugian sebesar Rp.2.455.474.500,-.

Menurut ROHDALAHI SUBHI PURBA, SH selaku Penasehat Hukum CV.Berkah Anugrah Wangi dengan Brand BABA PARFUM mengatakan bahwasanya pihaknya sudah melakukan Somasi terhadap terlapor MS alias BABE yang merupakan Eks LEADER BABA PARFUM, namun terlapor yang tidak mempunyai itikad baik malah melakukan upaya perlawanan.

“Terlapor malah berkoar-koar menjelek-jelekkan BABA PARFUM DI media Online, sehingga membuat Management BABA PARFUM Gerah dan geram, dan langsung mengambil langkah-langkah hukum seperti yang kita lakukan saat ini,” tegas Rohdalahi kepada wartawan.

Menurut  ROHDALAHI SUBHI PURBA, SH , terlapor MS alias BABE yang merupakan Eks LEADER BABA PARFUM yang diduga melakukan penggelepan ini  dijerat pasal 372, UU Nomor 1 tahun 1946 yang ancaman hukumannya bisa mencapai 4 Tahun penjara.

“Saya berharap, setelah MS menjadi terlapor, pihak Satreskrim unit Ekonomi Polresta Deli Serdang bisa secepatnya melakukan pemeriksaan, baik terhadap saksi-saksi yang sudah kami ajukan nama-namanya dan juga terhadap terlapor MS alias BABE,” Kata  ROHDALAHI SUBHI PURBA, SH.

Sementara Owner Baba Parfum Indonesia Jimmy Nazwar Rao dan Owner Baba Group Nove Ade Chairi yang akarab disapa dengan sebutan Ane Marekar ini kepada wartawan mengatakan, bahwa Laporan Pidana terhadap MS alias BABE ini biarlah menjadi ranahnya Penasehat Hukum.

“Namun kami berharap kepada pihak Kepolisian Polresta Deli Serdang, kiranya dapat mebuka secara terang benderang kasus dugaan penggelapan ini, sehingga tidak mengganggu konsentarsi team-team lainnya di BABA PARFUM,” Kata Jimmy.

Jimmy menambahkan, bahwasanya selama kasus Dugaan penggelapan yang dilakukan oleh Oknum Eks LEADER BABA PARFUM inisial MS alias BABE ini mencuat, Alhamdulillah pergerakan Bisnis BABA PARFUM berjalan semakin pesat, apalagi menjelang Anniversarynya yang ke 6 tahun di tahun 2024 ini. (Sur)

Kepala KPLP Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Pimpin Razia Insidentil

0

Simalungun , Gnewstv.id

Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar Ucok Sinabang memimpin razia insidentil, Rabu (26/6/2024) malam.

Sasaran razia insidentil dilakukan di Blok Pattimura. Sebanyak 15 petugas diturunkan  selama pelaksanaan razia.

Sebelum razia, Kepala KPLP memberikan arahan kepada para petugas agar tetap humanis selama melakukan razia.

Sebelum melakukan pemeriksaan di kamar warga binaan, Kepala KPLP memberikan arahan kepada para warga binaan bahwa pihaknya melaksanakan razia insidentil.

Untuk itu kami harapkan kerjasamanya dan tetap menjaga ketertiban selama pelaksanaan razia berlangsung ujar Ucok.

Usai memberikan arahan, selanjutnya petugas mengeluarkan para warga binaan dari dalam kamar dan dilakukan pemeriksaan terhadap barang-barang yang ada di tiap lemari dan kasur.

Usai pelaksanaan razia,  Kepala KPLP kepada wartawan mengatakan razia insidentil kerap dilakukan untuk menepis informasi-informasi miring terhadap adanya peredaran narkoba di dalam Lapas.

Padahal saat kita lakukan penggeledahan di kamar hunian warga binaan, pihaknya tidak ada menemukan yang namanya narkoba.

“Kalau di razia yang ditemukan hanya kabel, sendok maupun mancis. Pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan zero Halinar (Handphone, pungli dan narkoba) di dalam Lapas, (surati).

Produk Palsu Racun Keong Kembali Menimpa Warga, Kali Ini di Kecamatan Tanjung Beringin Sergai

0

Keterangan photo: Produk racun keong dan racun ulat yang disinyalir palsu

Tanjung Beringin, Sergai. Gnewstv.id

Warga petani di Dusun V Desa Pematang Terang, Kec. Tanjung Beringin, Sergai kembali menjadi korban akibat membeli produk yang disinyalir palsu alias abal-abal yang bukan produk asli seperti hal yang biasa dipergunakan oleh warga petani

Salah satu produk jenis Bestnoid 60 EP yang kegunaannya untuk membasmi hama keong sebelum tanam dengan berat 400 gr, yang kedua jenis Amistar TOP 325 SC sebagai kegunaan membasmi ulat pasca tanam.

Bestnoid 60 WP sendiri yang diproduksi PT. Delta Giri Wacana beralamat di Kawasan Industri Jababeka Tahap 3 Blok B I C, Cikarang Bekasi sesuai yang tertera di kemasan plastik produk tersebut, sementara Amistar TOP 325 SC sendiri adalah produk PT. Syngenta Indonesia beralamat di gedung CIBIS Nine, Jl. T.B. Simatupang No 2, Jakarta sesuai yang tertera di kemasan botol produk tersebut.

Warga petani yang menjadi korban pemalsuan dan penipuan kedua jenis produk tersebut mengalami kerugian puluhan juta rupiah, khususnya warga Dusun V Desa Pematang Terang, Kec. Tanjung Beringin, Sergai yang diperkirakan puluhan orang.

“Kami pikir produk nya bagus, dengan harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga di Grosir/UD yang biasa kami tempat berbelanja. Karena kami tergiur, sehingga kami belanja kepada orang yang menawarkan itu,” jelas korban bernama Marton Sitorus (49) kepada media ini, Kamis (27/6) pagi.

Pak Manalu (67) yang juga warga yang sama menambahkan,

“Saya beli produk itu sekitar 10 bungkus, dengan harga Rp150 ribu rupiah. Lalu saya gunakan produk itu, karena esok hari nya saya mau tanam, dan saya lihat esok hari nya keong ga juga mati, sehingga terpaksa kembali harus beli di UD produk yang sejenis nya,” ungkap Manalu dengan geram karena merasa sangat tertipu.

Ketika awak media ini mempertanyakan, apakah warga yang tertipu apakah telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian? Warga menjawab, enggan untuk melaporkan, mengingat sebelumnya dengan kasus yang sama dan jaringan yang sama tidak juga terungkap para pelaku nya, sehingga masyarakat petani kembali menjadi korban. (Erick Yoma)

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

Maaf Om, Beritanya gak bisa di copy