Beranda blog Halaman 75

Warga Desa Pon Sei Bamban Ucapkan Terima Kasih Atas Respon Cepat Polres Sergai

0

Sei Bamban, Sergai. Gnewstv.id

Menindak lanjuti keresahan warga atas intimidasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mendatangi kediaman Misran (53) warga Dusun VII Desa Pon Kecamatan Sei Bamban, yang sebelumnya anak dari Misran bernama Iwan (27) dan Sapriadi (38) disangkakan oleh oknum-oknum tersebut sebagai spionase (kibus) Polisi.

Hal ini langsung ditindak lanjuti oleh Satnarkoba Polres Serdang Bedagai melalui Kanit I IPTU Anggiat Sidabutar, dengan mendatangi warga yang melakukan intimidasi dan kediaman Misran, Rabu (24/7) sore.

Kepala Dusun VII Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban kepada media ini,

“Kami sebelumnya merasa was-was atas kejadian beberapa hari yang lalu, sekelompok orang mendatangi rumah salah seorang warga bernama Misran. Dimana anaknya dituduh mereka sebagai kibus polisi,” ucap nya.

Pihak keluarga dari Misran yang kedua anaknya saat ini meninggalkan kampung karena rasa ketakutan, hingga pihak Kepolisian Polres Serdang Bedagai menyambangi kediaman nya.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolres Serdang Bedagai, sehingga saat ini kami merasa terlindungi dan merasa nyaman atas kehadiran Polisi ke rumah kami,” ungkap Misran kepada media ini.

Sebelumnya, seorang warga Desa Pon berinisial M (35) berhasil diamankan Satnarkoba Polres Serdang Bedagai, yang diduga sebagai penyalahgunaan narkoba jenis shabu. M berhasil diamankan di Desa Rampah Eastet pada hari Sabtu, 20/7/2024 yang lalu, dan saat ini masih dalam pemeriksaan di Satnarkoba Polres Serdang Bedagai. (gntv/ery)

Desa Pon Kecamatan Sei Bamban Darurat Narkoba, Warga : Bapak Kapolres Sergai, Tolong Lindungi Kami

0

Photo teks: Ilustrasi barak narkoba

Sei Bamban, Sergai Gnewstv.id

Dua orang warga Desa Pon nyaris babak belur setelah sebelumnya opsnal Satnarkoba Polres Sergai melakukan penangkapan terhadap seseorang berinisial M (35) pada hari Sabtu, 20/7/2024 siang, sekitar pukul 12.00 WIB di Desa Rampah Eastet.

Iwan (27) dan Sapriadi (38) abang beradik yang didatangi puluhan orang ke rumah orang tuanya di Dusun VII Desa Pon nyaris dihakimi oleh rekan-rekan M yang telah ditangkap oleh pihak kepolisian Polres Sergai, yang di sangka kan oleh rekan-rekan pelaku sebagai spionase (kibus) Polisi.

Orang tua Adi dan Iwan, Misran (54) didampingi oleh Kepala Dusun VII Desa Pon Sudarwis (52) saat menemui awak media ini, Rabu (24/7) siang di Rampah, menuturkan,

“Anak saya sebelumnya belanja ke kota untuk beli sabun dan kebutuhan lain, namun saat diperjalanan ada seseorang mencegat nya dan minta diantarkan ke Desa Rampah Eastet. Setelah itu ada penangkapan oleh Polisi, dan anak saya dikira kibus,” jelas Misran yang merasakan was-was atas perbuatan para pelaku itu.

Lebih jauh Misran menjelaskan,”Kalau anak saya ga melarikan diri, entah apa yang terjadi pada kami sewaktu rumah kami dikerumuni mereka. Kini kedua anak saya terpaksa mengungsi dan takut pulang,”Kepala Dusun VII Desa Pon, Sudarwis menambahkan,

“Saat ini kami merasa sangat tidak nyaman atas kehadiran warga dari Dusun II dan Dusun VI yang mengintimidasi warga saya itu, mohon dengan sangat kepada pihak Kepolisian Polres Sergai agar menindak tegas kepada para pelaku Narkoba itu. Kami meminta perlindungan kepada Bapak Kapolres Sergai, kami mau kembali beraktifitas seperti biasa tanpa ada gangguan dari pihak manapun,” pinta Sudarwis kepada Bapak Kapolres Sergai melalui media ini.

Kasat Narkoba Polres Sergai, AKP Iwan Hermawan saat dihubungi terkait seseorang yang ditangkap oleh opsnal hingga adanya tindakan anarkis dari pihak rekan-rekan pelaku yang tertangkap,

“Sebentar saya cek dulu ya mas, tapi terkait hal adanya hal anarkis yang dilakukan sekelompok orang maka hal tersebut segera kita kordinasi kan ke Pimpinan,” jelas AKP Iwan.

Informasi yang beredar jika tadi malam, Selasa (23/7) sekitar pukul 20.20 WIB di Dusun VI Desa Pon mobil opsnal Kepolisian Polres Sergai Polsek Firdaus tidak dapat bergerak keluar dari lokasi penangkapan dan nyaris bentrok dengan warga yang melindungi pelaku, dimana sebelumnya mereka melakukan penangkapan terhadap seseorang berinisial LM atas kasus penganiayaan. (gntv/ery)

Gelar Ops Patuh Toba 2024, Polresta Deli Serdang Berikan Himbauan dan Edukasi Kepada Masyarakat

0

DELISERDANG, gnewstv.id 

Dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran memberikan Edukasi kepada masyarakat dalam berlalulintas, Satuan lalu-lintas Polresta Deli Serdang Gelar Ops Patuh Toba 2024 secara intens. Selasa (23/07/2024) melakukan Himbuan dan Edukasi dalam Berlalulintas.

Saat awak media mengkonfirmasi Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Raphael Sandy Cahyo Priambodo SIK menyampaikan kegiatan pelaksanaan sosialisasi Ops Patuh Toba 2024 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polresta Deli Serdang adalah sebagai bagian dari upaya yang berkelanjutan untuk menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.

Kapolresta Deli Serdang mengajak masyarakat Deli Serdang untuk sadar bahwa tertib berlalulintas sangat penting untuk menjaga diri kita terhindar dari korban kecelakaan lalulintas.

Dalam Ops Toba 2024, Personel Satuan lalu-lintas Polresta Deli Serdang tetap menggunakan dan memegang sejumlah papan Himbauan.

Papan-papan tersebut tentunya berisi pesan-pesan penting tentang keselamatan berlalu lintas Ops Patuh Toba dan ajakan untuk selalu mematuhi rambu-rambu jalan

Personel Satlantas secara aktif juga aktif memberikan teguran secara lisan kepada pengendara yang melakukan pelanggaran kasat mata.

Hingga saat ini, masih kami temukan beberapa pelanggaran seperti tidak menggunakan helm, menggunakan knalpot brong dan berboncengan lebih dari satu.

Kepada mereka, kami memberikan teguran dan edukasi tentang pentingnya keselamatan berkendara,” Pungkas Kapolresta

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa keselamatan mereka adalah yang utama. Pelanggaran sekecil apapun bisa berakibat fatal, dan ini yang harus disadari oleh setiap pengendara”.

Ingat, jangan sampai kelalaian kita merenggut dan membahayakan nyawa orang lain, “Lebih cepat itu fatal, lebih lambat itu aman”. Ujar Kapolresta Deli Serdang.

Dengan adanya Ops Patuh Toba yang dilakukan secara berkala intens dan berkala oleh Personel Satlantas Polresta Deli Serdang, Kapolresta Deli Serdang berharap dapat menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik di Deli Serdang.(Sur/Rill).

Gandeng SKK, Dinas Koperasi Provinsi Sumut Komitmen Modernisasi dan Digitalisasi Koperasi

0

Medan – gnewstv.id 

Dinas Koperasi Provinsi Sumatera Utara mengumumkan komitmennya untuk mendukung modernisasi dan digitalisasi koperasi di Indonesia dengan menggandeng PT Sakti Kinerja Kolaborasindo (SKK). Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Gedung Kantor Gubernur Sumatera Utara, pada peringatan HUT Koperasi ke-77 tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Dr. Naslindo Sirait, S.E, M.M, Kepala Dinas Koperasi Provinsi Sumut, dan Ir. Endy Candra, M.M, Direktur Utama PT SKK, menandatangani MoU tersebut, yang bertujuan untuk mempercepat transformasi digital koperasi di Sumatera Utara.

“Dengan teknologi digital, koperasi dapat menjadi lebih transparan, akuntabel, dan mampu menjangkau lebih banyak anggota serta pengurus,” ujar Naslindo Sirait, kepada wartawan di Medan, Selasa (23/7).

PT SKK, sebagai perusahaan penyedia platform teknologi informasi dan pengembang perangkat lunak untuk koperasi dan UMKM, telah mendigitalisasi lebih dari 400 koperasi di seluruh Indonesia dan Timor Leste. Berdiri sejak 2018, PT SKK telah mengantongi berbagai kualifikasi dan legalitas, termasuk izin PSE dari Kementerian KOMINFO dan Sertifikat ISO 270001 untuk Security Management.

Dalam kesempatan tersebut, Endy Candra juga mengumumkan rencana PT SKK untuk melaksanakan program CSR (Corporate Social Responsibility) bagi 200 koperasi aktif di Sumatera Utara yang memenuhi persyaratan. Program ini akan berbentuk workshop digitalisasi selama dua hari, yang dilaksanakan secara online dan offline, untuk pengurus dan manajer koperasi.

“Kami berharap inisiatif ini dapat dimanfaatkan oleh koperasi-koperasi untuk segera beradaptasi dengan teknologi digital, demi keberlanjutan dan kesejahteraan anggota,” kata Endy Candra. 

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam memperkuat koperasi di Indonesia melalui modernisasi dan digitalisasi, sehingga koperasi dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. ( tim -gnewstv.id ) 

Kinerja Kasat Reskrim Polres Sergai Dalam Penanganan Judi Disoalkan, Warga : Mungkin Setoran Besar, Kasat Reskrim Bungkam Dikonfirmasi

0

Sergai, Sumut. Gnewstv.id

Bernada “Peringatan Keras” yang terpajang di spanduk atas maraknya judi dari berbagai jenis perjudian di Wilkum Polres Sergai Polda Sumut ini adalah bentuk kegagalan penegakkan hukum dengan maraknya penyakit masyarakat, hal ini menjadi permasalahan ekonomi masyarakat dan berimbas kepada keharmonisan rumah tangga dan tuntutan kebutuhan ekonomi keluarga yang semakin besar.

Dalam amatan awak media hingga siang ini Selasa, (23/7) sekitar pukul 10.00 WIB, spanduk bertuliskan “Peringatan Keras” di Kecamatan Sei Rampah dan Kecamatan Tanjung Beringin masih cukup jelas terpampang. Inilah sebagai bentuk perlawanan terhadap mafia judi, yang cukup marak di Wilkum Polres Sergai, Polda Sumut.

Adapun nada tulisan yang terpampang di spanduk tersebut yang terpantau di Kecamatan Sri Rampah tersebut bernadakan,

“Peringatan Keras, Kami warga Sergai meminta dengan tegas kepada FORKOPIMDA : Bupati Sergai | Kapolres Sergai | Dandim 0204/DS | Kejari Sergai | Beserta para Ulama | Tokoh Agama | Dan Tokoh Pemuda. Agar Perjudian Dalam Bentuk Apapun Agar Segera Dihanguskan dari Bumi Sergai “Tanah Bertuah, Negeri Beradat” seperti yang tertulis pada spanduk tersebut.

Warga yang membentangkan spanduk tersebut yang tidak diketahui pasti dan kapan dibentangkan berpesan agar spanduk tersebut untuk tidak diturunkan atau di copot, seperti dalam tulisan di spanduk.

“Notes : Spanduk Ini Dalam Pengawasan Emak-emak Dan Ibu-ibu Pengajian” dan “Jangan Terima Setoran Dari Para Bandar Judi” dimana agar spanduk tersebut yang sudah terpampang agar jangan di usik oleh pihak manapun.

Kepolisian Polres Serdang Bedagai Polda Sumut serta Unsur Forkopimda Kabupaten Sergai diharapkan memberikan atensi nya atas maraknya judi di Sergai.

Warga Sei Rampah sekitar spanduk yang terbentang yang tak ingin disebut kan namanya,

“Mungkin ada terima setoran bang, Setoran ATK nya mungkin besar,” celetuknya sambil berlalu.

Efek kecanduan judi ini sangat terasa kepada masyarakat, baik judi online, judi togel hingga judi mesin. Seperti maraknya di pemberitaan lokal hingga nasional, perceraian rumah tangga hingga kehilangan akal sehat dan nekat untuk menghalalkan dengan segala cara.

Baik yang menjadi sorotan nasional, dimana Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyoroti kasus Istri bakar suami di Jawa Timur (sesama anggota Polri), suami aniaya istri di Jakarta dan yang tersadis di tanah Karo, Sumut baru-baru ini, dimana 4 orang korban dalam satu keluarga menjadi korban kebiadaban mafia judi.

Hasil monitoring pagi ini, Selasa (23/7) terdapat di sebagian daerah misalnya, Kecamatan Perbaungan, Kecamatan Sei Bamban dan Kecamatan Sei Rampah masih aktif menulis togel dengan terang-terangan di atas meja dan tidak mengindahkan pesan dari Kepolisian Polres Sergai dengan tidak selarasnya atas pesan Pak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan diteruskan Kapolda Sumut Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam pemberantasan perjudian di Wilayah Hukum Polda Sumut dan jajarannya.

Dengan maraknya berbagai jenis judi di Wilkum Polres Sergai Polda Sumatera ini dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim AKP John Harto Panjaitan, tapi mantan Kasat Narkoba Polresta Tebingtinggi ini bungkam hingga berita ini di publish. (gntv/ery)

Nyaris Belasan Tahun Terbengkalai, Jembatan Penghubung Dua Desa di Serdang Bedagai Terkesan tidak Di Perdulikan

0

Sergai Sumatera Utara – gnewstv.id

Serdang Bedagai , 23/07/2024)  – Warga di dua desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yaitu Desa Sei Parit di Kecamatan Sei Rampah dan Desa Gempolan di Kecamatan Sei Bamban, sudah menunggu delapan tahun untuk melihat jembatan penghubung yang dijanjikan selesai dibangun. Namun, hingga kini, proyek tersebut belum juga terealisasi

Jembatan yang seharusnya menjadi akses vital bagi masyarakat ini sangat dibutuhkan untuk mengurangi waktu dan biaya transportasi antara kedua kecamatan. Jembatan ini juga akan mempermudah akses ke wilayah areal pertanian dan perkebunan sawit yang menjadi sumber mata pencaharian utama warga setempat.

Kondisi jalan penghubung antar desa ini juga sangat memprihatinkan, dengan jalan yang rusak parah dan belum diaspal. Selain itu, sungai yang memisahkan kedua desa sangat lebar, dan saat banjir, risiko warga hanyut atau tenggelam sangat tinggi.

“Kami sangat membutuhkan jembatan ini. Jika terus dibiarkan seperti ini, risiko keselamatan warga akan semakin meningkat, terutama saat musim hujan dan banjir,” ungkap salah seorang warga Desa Gempolan sebut saja U Hutapea 

Masyarakat berharap agar pemerintah terkait segera turun tangan dan mempercepat penyelesaian proyek jembatan ini. Mereka juga mendesak agar jalan penghubung antar desa segera diperbaiki dan diaspal demi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Dengan perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah, diharapkan kondisi infrastruktur di wilayah ini bisa segera membaik dan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar.

( tim – Rony Syhputra )

Wartawan TV One Tewas Ditikam di Kabanjahe Belum di Ketahui Motifnya

0

Kabanjahe – gnewstv.id 

Susmri Yanto, mantan wartawan lepas TV One yang kini berprofesi sebagai penjual bakso, tewas ditikam oleh seorang pria bernama Gelora Purba. Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat pagi (19/7/2024) di depan rumah korban di Jalan Lau Pinggan, Desa Katepul, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Menurut saksi mata, sebelum insiden penikaman terjadi, terdengar cekcok antara pelaku dan korban. Namun, motif penikaman masih belum jelas dan banyak spekulasi yang beredar di masyarakat. Warga sekitar enggan memberikan keterangan lebih lanjut karena ketakutan.

“Saya tahunya setelah ada ramai-ramai di pinggir jalan. Saya lihat ada yang meninggal,” kata seorang warga bermarga Tarigan. “Kondisi korban saat itu sudah bersimbah darah. Saya tidak lihat detail, enggak berani juga,” tambahnya.

Kasi Humas Polres Tanah Karo, Aiptu Budi Sastra, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami kasus ini. “Kami menduga pelaku mungkin orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Namun, kami akan mengeceknya lebih lanjut ke ahlinya,” ujar Aiptu Budi Sastra.

Polisi telah mengamankan lokasi kejadian dan melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung dan masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi tanpa dasar mengenai insiden tersebut.

Kejadian ini mengundang duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Kabanjahe. Diharapkan, pihak kepolisian dapat segera mengungkap motif pelaku dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya demi tegaknya kebenaran dan keadilan di bumi pertiwi nkri yang menganut azas kemerdekaan bedemokrasi ini. ( tim gnewstv.id ) 

Tabrakan Dengan Kereta Api, Mobil Minibus Terseret 30 Meter 6 orang Tewas, 1 Orang Luka-Luka

0

Pagarmerbau, gnewstv.id,

Kecelakaan diperlintasan Kereta Apio Tanpa Pintu Pengaman Kembali merenggut korban jiwa. Kali ini Satu unit mobil minibus jenis Toyota Rush milik marga Manulang mengalami kecelakaan ditabrak kereta api di jalur perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Sriwahyuni A, Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pagarmerbau, Kabupaten Deliserdang. Kejadian itu menewaskan 6 orang satu keluarga dan seorang luka-luka, Minggu (21/7/2024) siang.

” ia benar telah terjadi kecelakaan antara Kereta Api dengan Mobil Minibus Toyota Rush yang berpenumpang 7 Orang, Enam orang diantaranya tewas dan 1 luka-luka. Seluruh korban sudah kita evakuasi ke rumah sakit,” ujar Kasat Lantas Polresta Deliserdang Kompol Budiono, saat dikonfirmasi melalui telefon selularnya saat di TKP Melakukan Evakuasi Korban dan Mobil yang ringsek terpental ke persawahan, Kompol Budiono.

Dijelaskan nama korban yang tewas yaitu Ramses Manulang (52), Gabriela Manulang (28), Sarah Manulang (26), Yohanes Manulang (24), David Manulang (22) dan Niko Manulang (20). Sementara seorang lagi yang luka-luka yaitu Herawati Manurung (51).

Korban merupakan warga Desa Sumber Rejo, Kecamatan Pagarmerbau. Dimana alamat rumah korban hanya beberapa ratus meter dari lokasi kejadian kecelakaan.

Informasi dikumpulkan di lokasi kejadian, pukul 12.20 WIB kereta api penumpang Sri Bilah KA U51A datang dari arah Rantau Prapat menuju Medan yang mengangkut penumpang melewati perlintasan Dusun I Desa Pagar Jati Kecamatan Lubukpakam. Sesampainya di lokasi dengan bersamaan 1 unit Mobil Toyota Rush BK-1496-MAA warna hitam dengan muatan 7 orang dari Desa Sukamandi Hulu Kecamatan Pagarmerbau mengarah ke Desa Pagarjati.

Sehingga terjadi kecelakaan di perlintasan Kereta Api tanpa pintu pengamanan hingga mobil korban terseret sejauh 30 meter ke persawahan warga. Tampak proses evakuasi korban dari dalam persawahan dibantu warga sekitar dan kerabat korban bersama aparat kepolisian.

Korban yang meninggal dibawa ke RSUD H Amri Tambunan. Sementara korban yang luka-luka dibawa ke RS Sari Mutiara Lubukpakam.( Sur )

Amankan 4 Tersangka, Polres Pelabuhan Makassar Berhasil Amankan Narkotika Jenis Sabu Lebih 6 kg

0

Makassar, – gnewstv.id 

Kepolisian Polres Pelabuhan Makassar menggelar konferensi pers  terkait pengungkapan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya bertempat di Aula Polres Pelabuhan Makassar .Sabtu (20/7) pukul 18.40 WITA

Berdasarkan laporan polisi nomor LP/A/123/VII/2024/SPKT. Sat Narkoba/Polres Pelabuhan Makassar/Polda Sulsel,   Kasus ini terungkap berkat informasi dari masyarakat mengenai adanya penyalahgunaan narkotika di beberapa lokasi. kasus ini mulai ditangani sejak Jumat (12/7) pukul 23.00 WITA. 

Penangkapan pertama terjadi pada Jumat (12/7) di Jl. Tidung 7 STP 5 No. 205, Makassar. Pelaku MRC (22) ditangkap dengan barang bukti 2.36 gram sabu. Dari keterangan MRC, sabu diperoleh dari IN (27) yang kemudian ditangkap pada Sabtu (13/7) di Jl. Tidung 7 STP 8 No. 171, Makassar, dengan barang bukti 24.59 gram sabu dan timbangan digital. IN mengaku mendapatkan barang dari PN (55), yang ditangkap pada Selasa (16/7) di Jl. Kemiri, Kabupaten Maros. PN mengungkapkan bahwa sabu diperoleh dari HI (47)yang akhirnya ditangkap pada Rabu (17/7) di Jl. Karunrung Asri 1, Makassar.

Dari 4 tersangka Total barang bukti yang diamankan mencapai 6.761,95 gram yang terdiri dari:-26,95 gram sabu-14 kaleng susu berisi kristal bening diduga sabu seberat 6.735,8808 gram

Ke empat pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun atau seumur hidup serta pidana mati.

Turut hadir dalam Konferensi pers yakni Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., didampingi Kabid Labfor Polda Sulsel Kombes Pol. Wahyu Marsudi, S.Si., M.Si., Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar AKP Bahtiar, S.H., Kasi Propam Polres Pelabuhan Makassar AKP Setya Budi., BidLabfor Polda Sulsel AKP Surya., Kasi Humas Polres Pelabuhan Makassar Iptu Hasrul, S.H.

Dengan pengungkapan kasus ini, diharapkan peredaran narkotika di wilayah Makassar dapat ditekan dan memberikan efek jera bagi para pelaku tindak pidana narkotika.

Sumber – Arifin Sulsel 

Laporan – tim -gnewstv.id  

Parahh..!!! Judi Togel Omzet Puluhan Juta  Merk Oppung-Hasan-Jefri-Ilyas dan Tanjung Beringin Marak di Sergai, Kinerja Kasat Reskrim Polres Sergai Diragukan

0

Gambar atas uang dan Buku Ilustrasi

Sergai, Sumut. Gnewstv.id “Geram dan hilang kesabaran, warga Sergai gantungkan spanduk bertuliskan “Peringatan Keras” sebagai bentuk perlawanan terhadap mafia judi, yang disinyalir sangat marak di Wilkum Polres Sergai, Polda Sumut.

Dalam pengamatan awak media ini, Sabtu (20/7/2024) sekitar pukul 10.00 WIB, spanduk bertuliskan “Peringatan Keras” di Kecamatan Tanjung Beringin, Kecamatan Perbaungan dan Kecamatan Sei Rampah masih cukup jelas tergantung.

Bernada “Peringatan Keras” atas maraknya judi dari berbagai jenis judi di Wilkum Polres Sergai Polda Sumut ini berdasarkan satu kegagalan penegakkan hukum atas penyakit masyarakat, membuat ekonomi masyarakat semakin melemah dan berimbas kepada keharmonisan rumah tangga dan tuntutan ekonomi keluarga yang semakin berat.

Adapun nada tulisan yang terpampang di spanduk tersebut yang terpantau di 3 Kecamatan tersebut bernadakan,

“Peringatan Keras, Kami warga Sergai meminta dengan tegas kepada FORKOPIMDA : Bupati Sergai | Kapolres Sergai | Dandim 0204/DS | Kejari Sergai | Beserta para Ulama | Tokoh Agama | Dan Tokoh Pemuda. Agar Perjudian Dalam Bentuk Apapun Agar Segera Dihanguskan dari Bumi Sergai “Tanah Bertuah, Negeri Beradat” seperti yang tertulis di spanduk tersebut.

Dalam tulisan spanduk berukuran besar tersebut juga terlihat dimana Emak-emak yang selama ini menjadi korban atas marak nya jenis perjudian berpesan,

“Notes : Spanduk Ini Dalam Pengawasan Emak-emak Dan Ibu-ibu Pengajian” dan “Jangan Terima Setoran Dari Para Bandar Judi” dimana agar spanduk tersebut yang sudah terpampang agar jangan di usik oleh pihak manapun.

Lalu bagaimana tindak lanjut dari Aparat Kepolisian Polres Serdang Bedagai Polda Sumut serta Unsur Forkopimda lainnya dalam menyikapi permintaan masyarakat ini? 

Judi Togel dari merk Oppung-Hasan-Jefri-Ilyas dan Tanjung Beringin yang tidak satu pun bandar nya pernah tersentuh hukum, Bagaimana kinerja Kasat Reskrim Polres Sergai? Apakah harus menunggu Emak-emak untuk melakukan tindakan dilapangan?

Efek dari judi tersebut belum lama ini terjadi di Jawa Timur, seorang istri bakar suami hingga meninggal dunia yang sesama anggota Polri, akibat suami kecanduan judi online (judol).

Dan sangat panas pada saat ini dalam pemberitaan lokal hingga nasional, dimana atas perbuatan suruhan bandar judi, 4 orang dalam satu keluarga menjadi korban dan meninggal dunia disebabkan rumah korban dibakar saat korban terlelap tidur, dimana sebelum nya korban melakukan perlawanan kepada mafia judi yang semakin nekat dan sadis.

Rumah korban Rico Sempurna Pasaribu (Alm) seorang Wartawan Online Tribrata TV di tanah Karo dibakar oleh 3 orang suruhan mafia judi dan berhasil di ungkap oleh Polda Sumatera Utara, Kapolda Sumut Komjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Senin, 15/7/2024 di Mapolda Sumatera Utara saat press release. Hal serupa juga terjadi kepada Junaidi Marpaung Biro Utamanews.com Labuhan Batu, dimana karya tulis Jurnalistik seolah menjadi ancaman kepada para mafia judi dan juga mafia Narkoba.semoga semua ini dapat menjadi Perhatian Bapak Kapoldasu, Kapolri dan Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo  ( gntv/ery- red )

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

Maaf Om, Beritanya gak bisa di copy