Dok- Gambar Oknum HR ( Di Lingkari ) , Saat ini menjabat Ketua SPBUN PTPN Kebun Gunung monako di Abadikan Sedang Bermain Judi Beratuh di duga uang rupiah seperti yang telihat dalam Gambar Dok -tim gnewstv.id
Sipispis Gunung monako – gnewstv.id
Info Untuk Bapak Dirut PTPN IV.Regional.I dan Bapak Kapolda Sumatera Utara, perihal adanya gambar yang beredar dimana disinyalir oknum Ketua SPBU PTPN.IV ( Saat ini -red ) Kebun Gunung monako, berinisial HR di Kecamatan Sipispis,Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, bermain judi bertaruh uang seperti yang terlihat di dalam gambar. ( Dok – tim gnewstv )
Di kabarkan Gambar oknum Ketua SPBUN PTPN. Gunung monako berinisial HR itu , tampak diduga bermain judi di areal Perkebunan yang di jadikan Ajang Judi bersama teman -teman yang lainya dengan bertaruh diduga uang yang tampak terlihat di dalam gambar.
Kejadian ini sungguhlah pemandangan hal yang tak lanjim dan tak pantas juga kuat di duga telah melanggar hukum yang berlaku di Negara Kesatuan RI pasal 303 KUHP tentang Perjudian.di tengah- tengah saat ini gencarnya penegakakan hukum yang menjadi tuntutan Rakyat dan Pemerintah Republik Indonesia.
Di minta berita Viral ini dapat menjadi Perhatian Aparat Penegak Hukum ( APH ) yang bekerja di Wilayah Hukum setempat di Jajaran Polda Sumatera Utara, khususnya Kepolisian Polres Tebing Tinggi dan Polsek Sipispis,di Serdang Bedagai.
Dan Infomasi ini juga diminta menjadi Perhatian serius buat Bapak Direksi PTPN bersangkutan untuk melakukan tindakan tegas ataupun pemecatan terhadap oknum berinisial HR itu, terlebih Saat iini HR masih menjabat sebagai Ketua Serikat Buruh ( Ketua SPBUN KGM-red ) yang seharusnya menjadi contoh dan teladan bagi Karyawan yang lainya dan bukan malah di duga mengajak holeganya bermain Judi bertaruh uang rupiah di areal di sinyalir milik Perusahaan Bumn tersebut yang terkesan menjadi tak BER-AKHLAK, sesuai dengan motto Perusahan tersebut. ( tim -red ) ..Bersambung….
DELISERDANG, gnewstv.id – Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut) mecatat sebanyak 394 penerbangan (flight) baik domestik maupun internasional Selama masa libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW 2025.
Director of Operation & Services, Nugroho Jati, Kamis (11/9/2025) kepadaa wartawan mengatakan, jumlah penerbangan itu tercatat sejak Jumat (5/9/2025) hingga Minggu (7/9/2025). Sedangkan jumlah penumpang sebanyak 54.910 pax, dan Cargo sebanyak 42.3349 ton.
“Total maskapai sebanyak 8 untuk domestik dengan 14 rute, dan 7 maskapai internasional dengan 7 rute,” kata Nugroho Jati.
Rincian maskapai domestik, Garuda Indonesia (GA), Citilink (QG), Pelita Air (IP), Lion Air (JT), Super Air Jet (IU), Batik Air (ID), Wings Air (IW), Susi Air (SI).
Untuk rute domestik dari dan ke Bandara Kualanamu ke Soekarna Hatta, Tangerang (CGK) Halim Perdana Kusuma, Jakarta (HLP), Gayo Lues, Aceh (GYO), Gunung Sitoli, Nias (GNS), Pinangsori, Tapanuli Tengah (FLZ), Mandailing Natal (JHN), Padang (PDG), Pekan Baru (PKU), Batam (BTH), Jambi (DJB), Palembang (PLM), Lampung (TKG), Yogyakarta (YIA), dan Surabaya (SUB).
Sementara maskapai internasional, yaitu Singapore Airlines (SQ), Indonesia Air Asia (QZ), Garuda Indonesia (GA), Malaysia Airlines (MH), Batik Air Malaysia (OD), Lion Air (JT), dan Etihad Airways (EY) (Commencing 3 Oct 2025).
Sedangkan rute internasional, Jeddah (JED), Madinah (MED), Phuket (HKT), Penang (PEN), Kuala Lumpur (KUL), Singapura (SIN), dan Abu Dhabi (UH) (Commencing 3 Oct 2025).
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi para pengguna Bandara Internasional Kualanamu,” Nugroho Jati menegaskan. (Sur)
Dok-Karakter Mental Bobrok Pejabat Negeri yang Di Duga Doyan Cuan dan Jual jabatan demi bisa merusak hutan dan Peroleh Kekayaan dari Para Cukong Penikmat Kehancuran Belantara Raya
Jayapura – gnewstv.id
Sorotan tajam datang dari Papua terhadap Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Yuli Antoni. Aktivis Papua yang juga Ketua LSM Wgab Papua, Yerry Basri Mak SH MH, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Yuli Antoni dari kursi menteri. Desakan ini mencuat setelah beredar foto di media sosial yang memperlihatkan Yuli Antoni diduga bermain domino bersama seorang tersangka pembalakan liar bernama Azing Wellang.
“Ini sangat memalukan. Seorang menteri, yang seharusnya berdiri di garda terdepan memberantas illegal logging, justru tampil akrab dengan tersangka pembalakan liar. Foto ini menimbulkan tanda tanya besar: ada apa sebenarnya di balik kedekatan mereka?” tegas Yerry kepada awak media Minggu (7/9/2025)
Latar Belakang Kasus Azing Wellang
Azing Wellang dikenal publik Papua sebagai salah satu pengusaha kayu yang sudah lama masuk dalam radar aparat penegak hukum. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian pada awal 2025 karena diduga menjadi otak jaringan pembalakan liar di kawasan hutan adat Papua.
Berdasarkan hasil investigasi aparat, jaringan Azing Wellang diduga kuat menebang ribuan hektar hutan lindung di Papua dan Maluku, lalu menyelundupkan kayu merbau dan gaharu ke luar negeri melalui jalur laut. Kerugian negara akibat aktivitas tersebut ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah, termasuk kerusakan ekosistem hutan yang sulit dipulihkan.
“Praktik pembalakan liar ini sudah lama menjadi akar masalah kehancuran hutan Papua. Banyak masyarakat adat kehilangan wilayahnya, satwa endemik punah, dan konflik agraria makin meluas. Kalau seorang menteri malah terlihat akrab dengan tersangka, publik berhak curiga ada kompromi politik dan hukum di balik layar,” jelas Yerry.
Desakan Tegas kepada Presiden
LSM Wgab Papua menilai, keberadaan seorang menteri yang bergaul dengan mafia hutan berpotensi menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap agenda pemberantasan mafia kayu. “Presiden Prabowo harus segera bersikap tegas. Menteri dengan perilaku seperti ini tidak layak duduk di kabinet. Ini bukan sekadar urusan domino, tetapi soal moral, integritas, dan komitmen negara dalam menyelamatkan hutan Indonesia,” lanjut Yerry.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup belum memberikan klarifikasi resmi terkait foto yang beredar di media sosial tersebut. Publik kini menanti apakah Presiden Prabowo Subianto masih punya nyali atau akankah mengambil langkah cepat, termasuk kemungkinan mencopot Yuli Antoni dari kabinet. ( tiem )
Serdang Bedagai, 3 September 2025 – Di tengah riuhnya berita unjuk rasa yang bergema di berbagai kabupaten dan kota, sebuah suara teduh datang dari tokoh pemerhati Serdang Bedagai, Hen Sihombing. Ia bukan sekadar bicara, melainkan mengetuk nurani pemerintah agar tak menutup telinga pada suara rakyat. “Dengan maraknya aksi unjuk rasa akhir-akhir ini, tidak tertutup kemungkinan di Serdang Bedagai akan terjadi hal serupa,” ujar Hen dengan nada penuh kehati-hatian, mengingatkan bahwa gejolak masyarakat bisa hadir kapan saja bila keadilan terasa jauh,Rabu(3/9/2025). Hen menilai, kondisi ini bukan tanpa sebab. “Dengan belum adanya kejelasan yang transparan dari Bupati dan pihak Kejari Serdang Bedagai perihal pemeriksaan atas dana desa yang disuarakan pihak yang berorasi beberapa waktu lalu, masyarakat tentu bertanya-tanya. Diamnya pemerintah hanya akan menambah kecurigaan dan memicu ketidakpuasan,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa sejarah unjuk rasa di Serdang Bedagai tidak bisa diabaikan. Mulai dari persoalan dana desa hingga pembangunan alun-alun, publik sudah menunjukkan keresahannya. “Kewaspadaan harus menjadi pelita, dan keterbukaan adalah jalan keluar yang bijak,” tambahnya. Menurut Hen, pemerintah tidak boleh memandang aspirasi rakyat sebagai ancaman, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk membangun kepercayaan. “Jika pemerintah benar-benar rumah bagi rakyat, maka transparansi dan aspirasi harus menjadi pintu utamanya,” tutupnya.
Tokoh pegiat perlindungan anak Junaidi Malik kembali dinobatkan ‘menahkodai’ Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang periode 2025-2030 melalui perhelatan Forum Daerah (Forda) ke-III yang diselenggarakan, Senin (1/9) di aula Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Beringin, Kecamatan Beringin.
Dalam Forda ke-III tersebut, sidang yang langsung dipimpin Ketua LPA Sumatera Utara Muniruddin Ritonga selaku pimpinan sidang didampingi Sekretaris Dongan Siagian menetapkan Junaidi Malik sebagai Ketua LPA Deli Serdang terpilih periode 2025-2030 secara aklamasi.
“Karena calonnya hanya satu, dengan ini secara aklamasi saudara Junaidi Malik ditetapkan sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang periode 2025-2030 dan menjadi formatur tunggal,” ucap Muniruddin sembari mengetuk palu sidang.
Forda ke-III LPA Deli Serdang juga memandatkan Junaidi Malik sebagai formatur tunggal dan diberikan tenggat waktu 6 kali 24 jam guna menyusun kepengurusan dan menjalankan amanah organisasi dalam perlindungan anak.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana Haru Yudhistira memaparkan, ada sejumlah tokoh yang telah mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon dalam mekanisme Forda ke-III yakni, Junaidi Malik, OK Hendri Fadlian Karnain, Jendrial Siregar, Andi Tarigan dan Khairul Amri Tanjung.
Namun sampai hari terakhir masa pendaftaran, Minggu (31/8), hanya 1 orang yang mengembalikan formulir pendaftaran yakni, Junaidi Malik. Dengan ketentuan yang ada, maka hanya ada calon tunggal sehingga proses pemilihannya dilakukan secara aklmasi.
Ketua LPA Deli Serdang terpilih periode 2025-2030 Junaidi Malik mengapresiasi amanah yang diberikan peserta Forda ke-III kepada dirinya untuk memimpin lembaga yang konsentrasi dalam perlindungan anak tersebut.
Junaidi mengaku akan mewujudkan visinya dalam memimpin LPA Deli Serdang 5 tahun ke depan yakni, “Terwujudnya Kabupaten Deli Serdang sebagai daerah ramah anak, bebas kekerasan serta menjunjung tinggi kepentingan terbaik anak”.
Dan misi yang sudah dirumuskan nya dalam mewujudkan visi tersebut dengan melakukan advokasi dan pendampingan anak korban kekerasan.
Selanjutnya, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak, menguatkan kolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat serta mendorong lahirnya kebijakan daerah yang berpihak pada perlindungan anak.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Mari sama-sama kita bersinergi dalam gerakan perlindungan anak di Kabupaten Deli Serdang dalam mewujudkan kepentingan terbaik anak. Karena anak masa depan kita,” ucapnya.
Forda ke-III LPA Deli Serdang dibuka secara resmi Bupati Deli Serdang diwakili Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Rosmawati Banurea dirangkai Seminar Perlindungan Anak serta ditutup Ketua LPA Sumut Muniruddin Ritonga.@Yan
Dalam rangkaian kegiatan Forum Daerah ke-III Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang, digelar seminar perlindungan anak dengan tema “Bersahabat di Dunia Nyata dan Dunia Maya: Gen Z Bebas Bullying.” Seminar ini berlangsung pada Senin, 1 September 2025 di Aula SMKN 1 Beringin, menghadirkan 100 peserta yang terdiri dari unsur pelajar SMK, orang tua, masyarakat, serta pengurus LPA.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Dewi Fitriana, M.Kes (Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara Fraksi PKB) yang menyoroti pentingnya peran kebijakan daerah dalam melindungi generasi muda dari praktik perundungan, serta Dr. Roma Putra Hutasuhut, M.Pd (Praktisi Pendidikan Sumatera Utara) yang memberikan perspektif pendidikan dan strategi pencegahan bullying di sekolah maupun di dunia maya.
Dalam paparannya, dr. Dewi Fitriana menegaskan bahwa bullying, baik di dunia nyata maupun digital, adalah ancaman serius bagi tumbuh kembang anak. Ia mendorong semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan keluarga, untuk bahu membahu menciptakan ruang aman bagi generasi muda.
Sementara itu, Dr. Roma Putra Hutasuhut menekankan pentingnya literasi digital dan pendidikan karakter sebagai benteng utama bagi Gen Z dalam menghadapi dinamika dunia maya. Ia juga mengajak para pendidik dan orang tua agar lebih proaktif mendampingi anak dalam menggunakan teknologi.
Seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi merupakan gerakan bersama. Dengan kolaborasi dan kepedulian, generasi muda Deli Serdang dapat tumbuh menjadi pribadi tangguh, berkarakter, dan bebas dari praktik bullying.
Ketua LPA Deli Serdang dalam sambutannya menegaskan, “Perlindungan anak adalah investasi kemanusiaan. Jika hari ini kita menjaga mereka dari perundungan, maka esok hari kita akan menuai generasi yang sehat, percaya diri, dan berdaya saing. Mari bersama kita jadikan Deli Serdang sebagai rumah yang aman bagi setiap anak.”@Yan
Dalam rangkaian kegiatan Forum Daerah ke-III Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang, digelar seminar perlindungan anak dengan tema “Bersahabat di Dunia Nyata dan Dunia Maya: Gen Z Bebas Bullying.” Seminar ini berlangsung pada Senin, 1 September 2025 di Aula SMKN 1 Beringin, menghadirkan 100 peserta yang terdiri dari unsur pelajar SMK, orang tua, masyarakat, serta pengurus LPA.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu dr. Dewi Fitriana, M.Kes (Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara Fraksi PKB) yang menyoroti pentingnya peran kebijakan daerah dalam melindungi generasi muda dari praktik perundungan, serta Dr. Roma Putra Hutasuhut, M.Pd (Praktisi Pendidikan Sumatera Utara) yang memberikan perspektif pendidikan dan strategi pencegahan bullying di sekolah maupun di dunia maya.
Dalam paparannya, dr. Dewi Fitriana menegaskan bahwa bullying, baik di dunia nyata maupun digital, adalah ancaman serius bagi tumbuh kembang anak. Ia mendorong semua pihak, termasuk pemerintah, sekolah, dan keluarga, untuk bahu membahu menciptakan ruang aman bagi generasi muda.
Sementara itu, Dr. Roma Putra Hutasuhut menekankan pentingnya literasi digital dan pendidikan karakter sebagai benteng utama bagi Gen Z dalam menghadapi dinamika dunia maya. Ia juga mengajak para pendidik dan orang tua agar lebih proaktif mendampingi anak dalam menggunakan teknologi.
Seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, tetapi merupakan gerakan bersama. Dengan kolaborasi dan kepedulian, generasi muda Deli Serdang dapat tumbuh menjadi pribadi tangguh, berkarakter, dan bebas dari praktik bullying.
Ketua LPA Deli Serdang dalam sambutannya menegaskan, “Perlindungan anak adalah investasi kemanusiaan. Jika hari ini kita menjaga mereka dari perundungan, maka esok hari kita akan menuai generasi yang sehat, percaya diri, dan berdaya saing. Mari bersama kita jadikan Deli Serdang sebagai rumah yang aman bagi setiap anak.”
Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih penghargaan apresiasi sebagai daerah dengan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) terbaik di Provinsi Sumatera Utara. Selain Kota Tebing Tinggi, penghargaan pelaksanaan GPM terbaik juga diberikan kepada Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat.
Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), H. Surya dan diterima oleh Wakil Wali Kota Tebing Tinggi, H. Chairil Mukmin Tambunan, dalam acara High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jumat (29/8/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Chairil Mukmin Tambunan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak terkait yang telah berkontribusi.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua lapisan stakeholder sehingga Kota Tebing Tinggi mendapat penghargaan dari Provinsi Sumatera Utara atas apresiasi pelaksanaan gerakan pangan dan pasar murah terbaik. Harapan saya agar penghargaan ini dapat di pertahankan untuk tahun yang akan datang,” ujar Wakil Wali Kota.
Sebelumnya, dalam Rapat HLM TPID dan TP2DD Provinsi Sumut, Wagubsu H. Surya, menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Ia meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk fokus pada tiga poin utama. Pertama, fokus pada komoditas penyumbang inflasi, dengan memperkuat ketersediaan dan stabilitas harga, terutama beras, cabai merah, dan bawang merah melalui percepatan penyaluran SPHP, intensifikasi gerakan pangan murah, serta perluas toko pantau inflasi.
Kedua, penguatan kolaborasi dan ekosistem hulu-hilir antara pemerintah daerah, Bank Indonesia (BI), Bulog, dan BUMD pangan, serta instansi vertikal terkait sepakat memperkuat Kerjasama Antar Daerah (KAD), hilirisasi hasil panen, dan optimalisasi peran BUMD pangan sebagai offtaker terutama guna menekan gejolak harga.
Ketiga, penguatan dan integrasi data pangan menggunakan teknologi informasi sebagai sistem peringatan dini. Disepakati pilot project penerapan sistem monitoring harga dan stok pangan di Provinsi Sumut, Kota Medan, Tebing Tinggi, Kabupaten Deliserdang, Karo dan Langkat, sebagai sistem dini harga dan stok pangan.
Wagub Surya juga menyoroti akselerasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk meningkatkan penerimaan daerah secara nontunai melalui kanal digital seperti QRIS, E-Commerce, dan Mobile Banking. Seluruh Pemda berkomitmen memperluas kanal pembayaran non tunai untuk pajak dan retribusi daerah, sehingga PAD dapat meningkat dengan lebih transparan dan akuntabel.
“Selanjutnya, penguatan infrastruktur regulasi digitalisasi. Pemerintah daerah bersama Bank Sumut sepakat memastikan ketersediaan infrastruktur kanal non tunai sekaligus mempercepat penyusunan dan implementasi regulasi daerah (Perkada) guna mendukung penggunaan kartu kredit Indonesia,” ujar Wagubsu.
Selain itu, Wagubsu Surya juga meminta literasi dan realisasi elektronifikasi ditingkatkan. Seluruh anggota TP2DD berkomitmen untuk memperluas pelaksanaan sosialisasi dan capacity building untuk meningkatkan pemahaman OPD, wajib pajak, dan pelaku usaha terhadap manfaat digitalisasi, serta mendorong peningkatan realisasi transaksi non tunai daerah.
Sementara itu ada beberapa upaya yang telah dilakukan Pemprov Sumut berkolaborasi dengan berbagai pihak di Sumut dalam pengendalian inflasi sepanjang 2025. Mulai dari penanaman jagung, panen raya serentak, operasi pasar sebanyak 35 kali, dan melakukan gerakan pasar dan pangan murah se-Sumut selama tahun 2025.
Pada kesempatan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara, Iman Gunadi, menyampaikan beberapa tantangan dalam pengendalian inflasi di Sumatera Utara bersumber dari kenaikan harga kelompok makanan. Oleh sebab itu, Iman Gunadi menyebutkan beberapa fokus utama yang harus diperhatikan, diantaranya kondisi neraca pangan yang sangat dipengaruhi oleh perdagangan antar daerah, pasokan dan harga beras yang belum stabil, serta belum terbentuknya ekosistem hulu-hilir komoditas pangan.
“Pembentukan ekosistem hulu-hilir komoditas pangan perlu didorong di Sumut,” kata Iman Gunadi.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras Pemko Tebing Tinggi dalam menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pangan, terutama komoditas strategis yang menjadi pemicu inflasi seperti beras, cabai merah, dan bawang merah. Upaya ini dilakukan melalui berbagai program, salah satunya Gerakan Pangan dan Pasar Murah yang secara rutin digelar di berbagai titik di Kota Tebing Tinggi.
Acara ini juga turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Wakil Bupati Karo Komando Tarigan, Wakil Bupati Serdang Bedagai Adlin Tambunan, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Rudy Hutabarat.
Turut mendampingi Wakil Wali Kota Tebing Tinggi adalah Asisten Ekbang Reza Aghista, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ir. Iboy Hutapea, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Marimbun Marpaung, Kepala BPKPD Sri Imbang Jaya Putra, dan Plt. Kabag Ekosda Safaruddin. ( Red )
Gnewstv.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun 2025 kelompok Desa Pematang Serai melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa Pojok Baca yang ditempatkan di Masjid Nurul Islam. Program ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja desa.
Pojok Baca: Mewujudkan Masjid Sebagai Pusat Literasi
Pojok baca ini dirancang untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran dan peningkatan pengetahuan. Sebuah sudut masjid ditata dengan rak buku berisi berbagai koleksi bacaan, seperti:
Buku agama: tafsir, fiqih, kisah nabi dan sahabat, doa sehari-hari.
Buku pendidikan umum : ensiklopedia sederhana, sains populer, dan keterampilan dasar.
Buku motivasi dan pengembangan diri.
Buku cerita anak dan remaja yang menarik dan mudah dipahami.
Koleksi tersebut diperoleh dari sumbangan mahasiswa KKN, dukungan masyarakat, serta hasil penggalangan buku sebelum pemberangkatan KKN.
Antusiasme Anak-anak dan Jamaah Masjid
Sejak dibuka, pojok baca langsung mendapat perhatian masyarakat. Anak-anak terlihat bersemangat memilih buku cerita islami dan pengetahuan umum setelah selesai mengaji. Bahkan, beberapa di antara mereka duduk bersama sambil membaca buku dengan penuh antusias.
Tidak hanya anak-anak, para remaja dan jamaah dewasa juga turut memanfaatkan pojok baca ini. Beberapa jamaah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas adanya fasilitas literasi di masjid yang membuat mereka bisa menambah wawasan di sela-sela waktu ibadah.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya pojok baca ini. Anak-anak jadi punya tempat baru untuk belajar, bukan hanya bermain. Semoga semakin banyak buku yang tersedia, sehingga manfaatnya lebih luas lagi,” ujar salah ketua BKM Nurul Islam
Kolaborasi Mahasiswa KKN dan Masyarakat Desa
Program pojok baca ini tidak hanya sekadar penyediaan fasilitas, tetapi juga dirancang untuk berkelanjutan. Mahasiswa KKN melibatkan pengurus masjid dan Ibu PKK untuk bersama-sama menjaga dan mengelola pojok baca, termasuk merawat buku serta mendorong masyarakat untuk menyumbangkan bacaan baru.
“Kami ingin agar pojok baca ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Literasi adalah aset yang penting, dan kami berharap masyarakat dapat terus mengembangkannya setelah KKN selesai,” ungkap Ketua Kelompok KKN UINSU Desa Pematang Serai.
Langkah Kecil Menuju Desa Literasi
Pojok baca di Masjid Nurul Islam merupakan implementasi dari pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di mana mahasiswa memanfaatkan aset desa berupa masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat. Dengan konsep ini, pojok baca diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas sementara, tetapi mampu tumbuh menjadi gerakan literasi yang berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UINSU menambahkan, “Program pojok baca ini sejalan dengan visi KKN berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan membaca, generasi muda desa akan memiliki wawasan yang luas, pola pikir kritis, dan bisa menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.”
Harapan Ke Depan
Melalui hadirnya pojok baca ini, mahasiswa KKN UINSU berharap Desa Pematang Serai dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam pengembangan literasi berbasis masjid. Dukungan dari masyarakat, pengurus masjid, serta pihak luar diharapkan mampu memperkaya koleksi buku dan memperluas dampak positif dari pojok baca ini.
“Langkah kecil ini kami harap menjadi investasi besar bagi masa depan anak-anak desa. Dengan literasi, mereka tidak hanya menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” pungkas ketua KKN “Hamdan sudirman marpaung”.
Gnewstv.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun 2025 kelompok Desa Pematang Serai melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa Pojok Baca yang ditempatkan di Masjid Nurul Islam. Program ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa KKN terhadap pentingnya literasi di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja desa.
Pojok Baca: Mewujudkan Masjid Sebagai Pusat Literasi
Pojok baca ini dirancang untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran dan peningkatan pengetahuan. Sebuah sudut masjid ditata dengan rak buku berisi berbagai koleksi bacaan, seperti:
Buku agama: tafsir, fiqih, kisah nabi dan sahabat, doa sehari-hari.
Buku pendidikan umum : ensiklopedia sederhana, sains populer, dan keterampilan dasar.
Buku motivasi dan pengembangan diri.
Buku cerita anak dan remaja yang menarik dan mudah dipahami.
Koleksi tersebut diperoleh dari sumbangan mahasiswa KKN, dukungan masyarakat, serta hasil penggalangan buku sebelum pemberangkatan KKN.
Antusiasme Anak-anak dan Jamaah Masjid
Sejak dibuka, pojok baca langsung mendapat perhatian masyarakat. Anak-anak terlihat bersemangat memilih buku cerita islami dan pengetahuan umum setelah selesai mengaji. Bahkan, beberapa di antara mereka duduk bersama sambil membaca buku dengan penuh antusias.
Tidak hanya anak-anak, para remaja dan jamaah dewasa juga turut memanfaatkan pojok baca ini. Beberapa jamaah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas adanya fasilitas literasi di masjid yang membuat mereka bisa menambah wawasan di sela-sela waktu ibadah.
“Kami sangat berterima kasih dengan adanya pojok baca ini. Anak-anak jadi punya tempat baru untuk belajar, bukan hanya bermain. Semoga semakin banyak buku yang tersedia, sehingga manfaatnya lebih luas lagi,” ujar salah ketua BKM Nurul Islam
Kolaborasi Mahasiswa KKN dan Masyarakat Desa
Program pojok baca ini tidak hanya sekadar penyediaan fasilitas, tetapi juga dirancang untuk berkelanjutan. Mahasiswa KKN melibatkan pengurus masjid dan Ibu PKK untuk bersama-sama menjaga dan mengelola pojok baca, termasuk merawat buku serta mendorong masyarakat untuk menyumbangkan bacaan baru.
“Kami ingin agar pojok baca ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat desa. Literasi adalah aset yang penting, dan kami berharap masyarakat dapat terus mengembangkannya setelah KKN selesai,” ungkap Ketua Kelompok KKN UINSU Desa Pematang Serai.
Langkah Kecil Menuju Desa Literasi
Pojok baca di Masjid Nurul Islam merupakan implementasi dari pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) di mana mahasiswa memanfaatkan aset desa berupa masjid sebagai pusat kegiatan masyarakat. Dengan konsep ini, pojok baca diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas sementara, tetapi mampu tumbuh menjadi gerakan literasi yang berkelanjutan.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN UINSU menambahkan, “Program pojok baca ini sejalan dengan visi KKN berbasis pemberdayaan masyarakat. Dengan membaca, generasi muda desa akan memiliki wawasan yang luas, pola pikir kritis, dan bisa menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik.”
Harapan Ke Depan
Melalui hadirnya pojok baca ini, mahasiswa KKN UINSU berharap Desa Pematang Serai dapat menjadi salah satu desa percontohan dalam pengembangan literasi berbasis masjid. Dukungan dari masyarakat, pengurus masjid, serta pihak luar diharapkan mampu memperkaya koleksi buku dan memperluas dampak positif dari pojok baca ini.
“Langkah kecil ini kami harap menjadi investasi besar bagi masa depan anak-anak desa. Dengan literasi, mereka tidak hanya menjadi cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia,” pungkas ketua KKN “Hamdan sudirman marpaung”.