Beranda blog Halaman 16

Disinyalir Limbah Aliran Perusahaan PKS Di Sipispis, Di Duga Racuni Dan Bunuh Ribuan Ekor Ikan Di Sungai Bahsumbu

0

Sipipis Serdang Bedagai – Gnewstv.id 

Sejumlah masyarakat Desa Bahsumbu dan Desa Naga Kesiangan, juga Desa Sibaro dan Simalas di Kecamatan Sipuspis, dan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).Sumatera Utara, berbondong – bondong  menangkap ikan mabuk dan mati  dialiran sungai bah sumbu, pada Kamis (15/5/2025) sore.

JUNAIDI HARAHAP – KETUA KEMPPD ,SIPISPIS ,SERGAI,SUMATERA UTARA SAAT YERJUN DI LOKASI KEJADIAN SUNGAI BAHSUMBU PADA KAMIS 15/05/25

Aksi penangkap ikan mabuk menggunakan alat jaring ini, juga  menjadi tontonan ribuan warga setempat dan  yang sedang melintas di lokasi peristiwa.

Tampak dialiran sungai tersebut, jenis ikan bahung dan paitan mabuk sehingga warga mudah menangkap ikan dengan menggunakan alat jaring seadanya hingga mendapat puluhan bahkan hingga  ratusan kilo gram ikan. 

Menurut Beni, kepda wartawan seorang warga pencari ikan, masuknya ikan tersebut diduga diakibatkan adanya aliaran limbah PKS PT. TSP (Tenera Sergai Perkasa) yang beroperasi di Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

” Ia bang. kami menangkap ikan mabuk disungai ini bang, kami menduga mabuknya ikan ini diakibatkan ada PKS PT. TSP membuang limbah ke sungai ini bang. Kalau ikan yang kami dapat ikan bahung dan paitan bang, satu jam kami mencari ikan kami dapat sekitar 50 kg bang” ucap warga Desa Naga Kesiangan  Itu. 

Selain itu, dirinya menyebut, air sungai yang sempat berwarna menghitam pekat tersebut, iuga mengakibatkan gatal gatal dibadan. 

” Saat kami cari ikan, gatal gatal juga badan kami bang” tuturnya menyesal.

Menanggapi hal ini, Suhartoyo Kades Bah Sumbu saat dikonfirmasi wartwan mengakui, mabuknya ikan disungai ini sudah dua kali terjadi dan diduga disebabkan oleh di duga limbah  Pengelolaan Kelapa Sawit  yang ada di hulu sungai bahsombu.

Dirinya juga mencurigai, aliran sungai ini sudah dicemari oleh zat zat mengandung kimia. 

” Saya harapkan dinas lingkungan hidup turun agar mengambil sample air untuk di test di laboratorium” ucapnya.

Selain warga sekitar , peristiwa matinya di duga ribuan ekor ikan di Sungai bahsombu di duga akibat limbah disinyalir milik pks di hulu sungai Itu,  beredar luas pula di warga pengguna penggiat  sosial media salah satunya facebok : milik Iroul Damanik dengan mengatakan : Rezeki dadakan.tapi untuk kedepanya habis ikan di sungai bahsombu.🤦🏻🤦🏻, dengan 9,8 ribu tayangan dan 103 tanggapan ini. dan adanya juga facebok milik Rapika silvia dengan menunjukan sejumlah ikan yang sudah lemas dan mati pada pengguna sosial media itu,yang juga sejumlah pemberitaan dari media online di sumut yang telah Viral.

Di tempat terpisah, Junaidi Harahap, yang pada saat Itu, Juga Ikut terjun Langsung di Lokasi kejadian, Sebagai Ketua Kelompok Masyarakat Pengelola dan Pemantau Das ( KMPPD ) di Kecamatan Sipispis, Propinsi  Sumatera Utara, kepada media pada sabtu, 17/05/25  , mengungkapkan, sangat mengecam dan mengutuk keras atas kejadian dan Peristiwa yang tidak wajar ini.

Bahkan Pihaknya berencana mengambil bukti air limbah dan ikan mati , untuk di uji di Laboratorium  Usu dan selanjutnya akan melaporkan secara resmi atas adanya dugaan Pencemaran Lingkungan sesuai ketentuan Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan hidup, dimana para pelakunya dapat di jerat Pidana 10 bahkan 15  tahun Penjara dan denda hingga sepuluh atau lima belas  miliyar rupiah. Juga Kegiatan Pabrik dapat di hentikan dan di tutup secara  Paksa.( tim – )..Bersambung….

Pantaslah Oknum Pangulu Bah Sarimah Mencoba Suap Wartawan,Ternyata Banyak Proyek Di Desanya Terlihat Sudah Pada Kupak Kapik dan Hancur Lebur..!!!

0

Silau Kahean Simalungun – Gnewstv.id 

Luar biasa memang diduga peristiwa yang terjadi di Nagori Bah Sarimah, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalaungun, Propinsi Sumatera Utara ini.

Dua periode sudah di kabarkan Pangulu ( Kades ) , di tempat ini berinisial SK , menjadi orang nomor satu memimpin Sebagai Pangulu, namun banyak sekali di temukan sejumlah kegiatan Proyek rabat beton yang sudah rusak parah dan terlihat  pada kupak – kapik , uga hancur lebur, di Wilayah tanggung Jawabnya Itu.

Di disinyalir  itu terjadi akibat diduga adanya Perbuatan tindak pidana korupsi yang tetuang pada Ketentuan Undang Undang tipikor nomor 31 tahun 1999, sebagai mana di ubah dengan Undang -undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pindana korupsi atau hilangnya dugaan uang rakyat yang bisa jadi kuat diduga untuk memperkaya diri dan Kelompoknya di tempat Itu.

Saat Wartawan media Siber gnewstv.id bermarga Panjaitan  coba mengkonfirmasikan perihal proyek yang terlihat sudah pada  kupak – kapik juga hancur lebur Itu, pada 04 februari 2025 silam , sekira pukul 08.00.Wib , pada saat hari berikutnya Pangulu ( kades ), malah mencoba membukam wartawan media siber gnewstv.id dengan memberikan suguhaan sejumlah uang sebesar Rp.150.000, ( Seratus lima puluh ribu rupiah ), yang akhirnya di tolak awak media ini, serta  mengembalikan uang dugaan suap itu kepada Oknum Pangulu ( Kepala Desa )  berinisial SK tersebut. padahal  peristiwa Itu Pernah sempat Virall, dimana menteri Desa sempat menuduh wartawanlah yang memeras para kades ( Kepala Desa ), ternyata buktinya di tenpat  ini, Oknum Pangulu Nagiri  ( Oknum Kepala Desa )  berinisial SK inilah ternyata  yang coba membukam dan menyuap ( menyogok ) para penegak pilar ke 4 ( Jurnalis ) sebesar Rp.150 000, yang berakhir di Tolak oleh oknum Wartawan media Siber ini.( Uang di kembalikan -red).

Dari satu miliyar lebih kurang, Per tahun , Dana Desa ( DD )  yang di gelontorkan Pemerintah Pusat melalui kementerian Desa ke Kas Nagori ( Desa ), selama dua periode Pangulu Desa Bah Sarimah di perkirakan dan disinyalir Pangulu ( Kades ) mengelola uang DD sebesar -+  12  miliyar atas Dana Desa  itu, apakah di duga Negara  tidak kehilangan uang milik rakyat sebesar 40% ??, 

Ketika Redaksi gnewstv.id coba mengkonfirmasikan perihal Indikasi penyuapan yang coba di lakukan oknum Pangulu Nagori (Oknum kades ) bah sarimah berinisial SK ini terhadap anggota wartawan media Siber gnewstv.id ini, pada Jum’at ,14 februari 2025 silam , sekira pukul 14.07.Wib ,melalui WhatsApp di nomor. 0823 – 6247-98XX ,namun sayangnya WhatsApp milik Pangulu Nagori ( kades )  Bah Sarimah ,tidak berbalas sama sekali.

Di minta dalam hal ini kepada Pihak Aparat Penegak Hukum ( APH ), baik Pihak Kepolisian, Kejaksaan dan Inspektorat Pemkab Simalungun, dapat segera  melakukan Penyelidikan dan  Penyidikan, serta terus  mengendus juga memeriksa oknum Pangulu Bah Sarimah ( Oknum Kades -red) berinsial SK, di Kecamatan Silau Kahean, Kab Simalungun tersebut.( P. Panjaitan -gnewstv.id )

Desa Gunung Pane,Percayakan Gnewstv.id melatih Audio Vidio Visual menuju Desa Digitalisasi untuk Peningkatan SDM

0

Spispis, Sergai – gnewstv.id

Untuk Kesekian Kalinya Tim Dari Media Gnewstv.Id Mengandeng Desa Yang Ada Di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara  Dalam Hal Pelatihan Audio Visual Menuju Desa Digitalisasi, Rabu (14/5/2025) yang berlangsung mulai pagi hari hingga sore harinya.

kali ini gnewstv.id dipercayakan kembali melatih audio visual untuk peningkatan sumber daya manusia (sdm) yang ada di gunung pane, kecamatan spispis, kabupaten serdang bedagai, sumatera utara, dengan jumlah peserta sepuluhan orang saja baik laki-laki maupun perempuan.

 Acara pelatihan audio visual untuk peningkatan SDM di desa Gunung Pane ini dimulai dari sambutan pemimpin redaksi media gnewstv.id Rudianto Purba yang diawali dengan ucapan terimakasih kepada Bapak Zul Ahmad Lubis selaku kepala desa Gunung Pane Kecamatan Spispis yang memberi kepercayaan kepada gnewstv.id dengan menggandeng fasilitaror atau nara sumber dari koresponden Metro TV Surya Dharma yang nantinya akan akan memberikan pelatihan audio visual dasar.

Rudianto Purba berharap para peserta pelatihan nantinya dapat menyerap materi pelatihan baik itu materi untuk teori audio visual dasar hingga praktik pengambilan video. “Saya berharap kepada adik-adik sekalian kiranya dapat memanfaatkan momen yang sangat penting dari kepala desa Gunung Pane, dimana pelatihan Audio Visual dasar ini dengan menempah anak-anak muda kedepannya dapat membantu kerja-kerja desa Gunung Pane dalam hal Publikasi yang saat ini sangat dituntut melalui proses digitalisasi,” Ujar Rudianto.

Selanjutnya kata sambutan dari fasilitator atau nara sumber Surya Dharma yang akan melatih para peserta pelatihan audio visual dasar menegaskan kepada para peserta untuk memanfaatkan waktu pelatihan sebaik-baikknya dan lebih fokus agar ilmu audio visual dasar yang diajarkan dapat diserap dengan baik.

“Saya berharap para peserta nantinya dapat konsentrasi sehingga dapat menyerap materi pelatihan audio visual dasar ini, sebab pelatihan ini diluar sana sangat mahal, meskipun saya tahu para peserta pasti mengetahui cara merekam video, namun istilah-istilah atau larangan-larangan yang tidak boleh diambil itu harus diketahui dan dipatuhi agar tidak melangggar UU Informasi dan transaksi Elektronik (ITE),” kata Surya.

Sementara Kepala Desa Gunung Pane Zul Ahmad Lubis  dalam kata sambutannya menegaskan sangat berterima kasih sekali kepada tim media gnewstv.id serta fasilitator Surya Dharma dari metro tv yang mau membagikan ilmu audio visual dasarnya serta anntinya manfaat yang didapatkan oleh para peserta sangat banyak bahkan bisa menghasilkan cuan jika para peserta sudah mahil dan mampu membuat sebuah video dengan angle yang menarik.

“Saya sangat berterima kasih sekali kepada Tim gnewstv.id dan fasilitator Surya Dharma, yang sudi kiranya melatih anak-anak kami warga desa Gunung Pane dalam hal Audio Visual Dasar menuju Desa Digitalisasi, karena saat ini dunia digitalisasi sangat diganduringi, bahkan dengan pelatihan audio visual ini para peserta nantinya dapat ikut Bersama membangun desa dan hasil karya mereka nantinya dapat dijadikan jejak digital,” Harap Zul Ahmad Lubis.

Usai memberikan kata sambuta, kepala desa gunung pane Zul Ahmad Lubis secara simbolik memberikan modul pelatihan serta memakaikan baju peserta yang didamping oleh fasilitator Surya Dharma dan pemimpin redaksi gnewstv.id Rudianto Purba

Acara pelatihan yang digelar dari pagi hingga sore hari ini menghasilkan hasil karya audio visual para peserta yang terbagi dalam 3 kelompok kerja, dimana kelompok gunung pane pertama mengambil berita human interace seorang penjual BBM eceran yang mampu menghidupi dua orang anaknya yang  berkebutuhan khusus.

Kelompok gunung pane dua mengambil judul seorang kakek 70 tahun bergelut sebagai tukang pangkas rambut mampu menghantarkan anaknya sebagai Pelayar kapal keliling dunia sedangkan  kelompok gunung pane tiga mengambil judul perajin lidi sawit yang tembus ke pasar manca negara hingga negara India dan China.

Dengan danya pelatihan audio visual menuju desa digitalisasi di desa gunung pane ini diharapkan SDM-SDM yang sudah dilatih dapat terus mengasah kemapuannya lagi dengan modul peltihan yang ada sehingga kedepannya dapat membatu pemerintahan desa gunung pane dalam mempublikasikan kegiatan-kegiatan desa agar dikenal di tingkat kabupaten serdang bedagai maupun diluar kabupaten serdang bedagai. (Tim)

Dirut PTPN III Bantah Dugaan Korupsi, APMPEMUS /GAMBESU resmi Laporkan Kasus MKSO PT SGN ke APH RI

0

Sumatera Utara – Gnewstv.id 

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Mohammad Abdul Ghani, membantah adanya dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Kebun MKSO PT SGN Kwala Madu. Bantahan ini muncul setelah dua organisasi, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumut (APMPEMUS) dan Gerakan Anak Medan Bersatu Sumatera Utara (GAMBESU), secara resmi melaporkan dugaan korupsi tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI),”Jumat (09/05).

Ketua APMPEMUS, Iqbal, yang didampingi oleh Ketua GAMBESU, Sulaiman Zuhdi Panggabean, menyatakan bahwa pelaporan ini merupakan bentuk keseriusan mereka dalam mengawal integritas sektor perkebunan nasional. Sebelumnya, laporan serupa telah dilayangkan ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Menteri BUMN, dan Presiden RI.

“Kami ingin memastikan bahwa aparat penegak hukum benar-benar serius menangani kasus ini,” tegas Iqbal di hadapan wartawan.

Sementara itu, Panggabean mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Dirut PTPN III saat melakukan kunjungan kerja ke Kebun Sei Semayang. Menurutnya, Mohammad Abdul Ghani terlihat enggan merespons pertanyaan media yang menyentuh isu dugaan korupsi di MKSO PT SGN.

“Tingkat Direktur Utama saja tak acuh dengan kasus ini, hal ini menjadi ancaman besar bagi masa depan Kebun MKSO PT SGN,” ungkap Panggabean dengan nada kecewa.

GAMBESU dan APMPEMUS juga menyoroti dugaan aliran dana dari Asisten Tebang, Muat, dan Angkut (TMA) kepada pejabat Cluster Head PT SGN yang diduga menyalahgunakan anggaran perawatan dan pemeliharaan kebun. Temuan di lapangan seperti lahan kosong, tanaman tebu yang stunting, dan area kebun yang ditumbuhi semak belukar memperkuat dugaan tersebut.

Kedua organisasi ini menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi menjaga masa depan pertanian dan kesejahteraan rakyat di Sumatera Utara. Mereka juga menyerukan agar aparat penegak hukum menegakkan keadilan secara terang dan tidak tebang pilih. ( tim ) 

AATT Medan Hadiri Acara Perpisahan Siswa/Siswi SMK dan SMA Teladan Medan TA. 2024-2025 Yang Digelar Penuh Keakraban

0

MEDAN, gnewstv.id 

Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman SMK dan SMA Swasta Teladan Medan dalam acara perpisahan siswa/siswi kelas XII tahun ajaran 2024/2025. 

Acara yang dihadiri oleh yayasan, kepala sekolah SMK dan SMA, para guru, orang tua siswa, serta alumni yang tergabung Asosiasi Alumni Teknilogi Teladan (AATT) Medan maupun Ikata. Keluarga Alumni (IKA) Teladan Medan ikut hadir ambil bagian dalam momen penting penutup tiga tahun perjalanan pendidikan para siswa di bangku SMK dam dan SMS Teladan Medan.

Tahun ini, sebanyak 744 siswa/siswi dinyatakan lulus 100% dari berbagai jurusan yang ada di SMA- SMK Teladan Medan dengan rincian SMak sebanyak 417 Siswa/Siswu dan SMA sebanyak 327 Siswa/siswi.

Angka kelulusan ini menunjukkan hasil kerja keras para siswa/siswi dan dedikasi para guru dalam membimbing dan mendampingi mereka selama 3 Tahun masa pendidikan.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMK DAN SMA, Bapak Drs.Efendi Sirgar selaku Kepala Sekolah SMK Teladan Medan dan Kasto Nadir Selaku Kepala Sekolah SMA Teladan Medan,  keduanya menyampaikan rasa syukur atas kelulusan para siswa dan berharap mereka dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, baik di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

“Lulusan SMK -SMA adalah pejuang masa depan. Jangan pernah berhenti belajar, karena dunia kerja menuntut kalian untuk terus berkembang,” ujar Efendi Siregar.

Pada kesempatan itu juga Herbet Sibuea, SE, MSi bos selaku pengurus Yayasan Pendidikan Teknologi Teladan Medan mengatakan sangat bangga dengan para lulusan YPT Teladan Medan, baik lulusan SMK dan SMA yang bisa mengharumkan nama YPT Teladan Medan.

“Banyak sekali lulusan SMK dan SMA Teladan medan yang lulus Ke Perguruan Tinggi Negeri dan juga diterima bekerja di Perusahaan-perusahaan besar baik di dalam kota Medan maupun diluar kota medan, bahkan lulusan YPT Teladan  ada juga yang membuka perusahaan sendiri,” ujar Herbert.

Salah satu momen yang menarik perhatian adalah sambutan dari Ketua Asosiasi Alumni Teknologi Teladan (AATT) Medan Partaonan Harahap, yang dihadiri para pengurus dimana Dalam pesannya, ia menyampaikan, bahwa alumni SMK dan SMA merupakan Alumni yang Kuat dan sudah tertempah disiplin ilmu yang ada.

“Saya berdiri di tempat ini lima tahun lalu, sama seperti adik-adik sekarang. Jangan takut keluar dari zona nyaman. SMK SMA telah memberikan dasar, sekarang tugas kalian adalah terus membangun diri. Percayalah, kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.”Ujar Partaonan

Usai acara Sambutan, Acara perpisahaan juga dimeriahkan oleh penampilan siswa/siswi seperti tari tradisional, musik band, yang membuat banyak hadirin tak kuasa menahan air mata.

Acara perpisahan ditutup dengan prosesi pelepasan secara simbolis dan pemberian cendera mata kepada para guru. Suasana penuh haru terlihat ketika para siswa saling bersalaman dan berpelukan, mengucapkan selamat tinggal namun juga selamat datang untuk masa depan.

Dengan berakhirnya acara ini, maka secara resmi para siswa kelas XII SMK Teladan Medan tahun ajaran 2024/2025 dilepas untuk melanjutkan perjalanan hidup mereka masing-masing. Semoga bekal ilmu dan nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah ini menjadi fondasi yang kokoh untuk meraih cita-cita.(Sur)

Siswa Kurang Mampu Terima Bantuan Tas dan Sepatu Dari Paguyuban Kepsek Deli Serdang

0

Deli Serdang, gnewstv.id 

Paguyuban Kepala Sekolah (Kepsek) Kabupaten Deli Serdang memberikan tali asih berupa tas dan sepatu kepada sejumlah murid Sekolah Dasar (SD) yang kurang mampu, Jum’at (9/5/25).

Kali ini, Paguyuban Kepsek Deli Serdang yang dipimpin Johanes Indra, M.Pd selaku Ketua, SR Simatupang, S.Pd selaku Sekretaris, dan Erni Yusri, M.Si selaku bendahara, berikut seluruh koordinator Paguyuban Kepsek Kecamatan se-Deli Serdang. 

Giat rutinitas membantu meringankan beban wali murid yang kurang mampu dengan cara memberikan Tas dan Sepatu Sekolah di Kecamatan Labuhan Deli, Beringin dan Galang.

Untuk di Kecamatan Labuhan Deli, dilangsungkan penyerahan tali asih di SDN 106158 Pematang Johar, yang mana diserahkan langsung oleh SR Simatupang S.Pd selaku Kepala SDN tersebut, sejumlah 10 murid.

Lalu di Kecamatan Beringin, murid penerima bantuan berasal dari 3 SD, diataranya SDN 107419 Serdang, SDN 101924 Ramunia, dan berpusat diserahkan di SD Swasta Rak St Paulus, dengan jumlah 12 murid penerima.

Selanjutnya pada Kecamatan Galang tali asih diserahkan kepada 15 murid dari 2 SD, yakni SDN 106198 Kelapa Satu yang dipimpin oleh Fortin Simanjuntak, M.P.d, dan penyerahan digabungkan di SDN 101979 Pisang Pala yang dipimpin Saur P. Sihotang, S.Si, Koordinator Paguyuban Kepsek Kecamatan Galang.

“Kegiatan ini bagian dari kepedulian sosial dan mensukseskan progam Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang, kami sudah niatkan giat peduli generasi peserta didik ini berkesinambungan,” kata Kabid SMP yang biasa disapa Joe Indra itu.

Harap Joe, lewat Paguyuban Kepsek Deli Serdang yang dia bentuk tersebut, tujuannya untuk meningkatkan semangat belajar para murid Sekolah dan mutu pendidikan di Kabupaten Deli Serdang. 

Sekaligus mengamanahi visi misi Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang. (Sur)

Breaking News! PLTU Labuhan Angin di Tapteng Meledak dan Terbakar Hebat 

0

Tapteng, gnewstv.id

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuhan Angin milik PT PLN Indonesia Power yang berlokasi di Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, meledak dan terbakar hebat pada Kamis malam (8/5/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa yang menghanguskan pembangkit milik perusahaan sub holding PT PLN (Persero) itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat peristiwa tersebut, listrik di sejumlah kawasan di Sibolga dan Tapteng padam.

Sementara itu, menurut keterangan warga sekitar, sebelum terjadi kebakaran hebat, sempat terdengar suara ledakan besar hingga radius 1 kilometer.

“Tidak lama kemudian terlihat kobaran api dan bumbungan asap hitam. Situasi itu membuat warga sekitar PLTU panik,” ungkap Tanjung, warga sekitar.

Terkait ledakan tersebut, kru Bicaraindonesia yang coba melakukan konfirmasi kepada Dirut PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra, justru tak mendapat jawaban meski konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp itu sudah masuk yang ditandai dengan centang dua.

Sementara itu, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Adi Lumakso mengaku belum mendapat secara jelas kronologis peristiwa itu, meski sudah menerima informasi.

“Sdg dikumpulkan informasinya..yg jelas alhamdulillah tdk ada korban jiwa..utk sementara,” ujarnya melalui WhatsApp, Kamis malam (8/5/2025).

Adi Lumakso juga enggan berandai-andai terkait indikasi penyebab kebakaran PLTU tersebut.

“Tunggu sebentar..msh mengamankan korban dan memastikan tdk ada korban jiwa serta meminimkan dampak kerusakan aset dan keamanan sistem,” terangnya singkat. (Sur)

Buntut Pematokan Lahan, PT.Tun Sewindu Akan Laporkan Ombudsman RI Perwakilan Sumut Yang Dinilai Tidak Profesional dan Arogan Ke MKO

0

Medan,gnewstv.id 

Buntut adanya pematokan yang dilakukan Ombudsman RI Perwakilan Sumut Bersama sejumlah anggota DPRD Deli Serdang pada Selasa (6/5/2025) kemarin, pihak PT.Tun Sewindu akan melaporkan Kepala ORI Perwakilan Sumut Herdensi ke pihak Majelis Kehormatan Ombudsman di Jakarta. 

PT Tun Sewindu menilai tindakan Ombudsman Perwakilan Sumut tidak profesional dan Arogan, bertindak terlalu berlebihan dengan melakukan pematokan di lahan yang dikuasainya di pesisir pantai Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Melalui kuasa hukum PT Tun Sewindu Junirwan Kurnia,SH menyampaikan, tindakan Ombudsman RI Perwakilan Sumut bersama anggota DPRD yang melakukan pematokan di lahan seluas 11,7 hektare yang diklaim sebagai kawasan hutan lindung adalah tindakan yang salah. 

“Menurut kami sangat arogan, tidak profesional dan berlebihan sekali. Dan saya belum pernah melihat Ombudsman sejak berdiri di Republik ini melakukan pematokan tanah seperti ini. Dan ada pula statemen yang menyampaikan pencabutan izin PT Tun Sewindu karena menduduki kawasan hutan,” kata Junirwan kepada wartawan saat menggelar konferensi Pers, Rabu (7/5/2025) di Medan. 

Menurutnya Ombudsman tidak memahami akar persoalan, sehingga melakukan tindakan yang terkesan arogan. 

Junirwan mengatakan sekitar 11,7 Ha dari areal  40,08 Ha tanah yang dikuasai PT Tun Sewindu berada di lokasi Hutan Lindung. Namun sebut Junirwan, hal itu terjadi seiring perubahan areal kawasan hutan oleh Dinas Kehutanan pada 2005. Sementara, PT Tun Sewindu sudah mendiami dan mengusahai lokasi tersebut sejak tahun 1988.

“Saya meragukan apakah Ombudsman paham tentang kasus ini dengan menyebut itu kawasan hutan lindung. Benar itu merupakan kawasan hutan lindung , tapi belum ditetapkan. Tolong baca UU nomor 41 tentang kehutanan, untuk menetapkan kawasan hutan harus ada penyelesaian terhadap masyarakat yang sudah mendiami areal tersebut,” tegasnya. 

Terkait adanya dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan PT Tun Sewindu yang menguasai lahan hutan lindung telah diproses oleh Polda Sumut. Junirwan menyampaikan, direksi PT Tun Sewindu juga telah dipanggil untuk diminta keterangan. 

Namun lanjut dia, Polda telah mengeluarkan surat pemberhentian penyelidikan perkara (SP3) atas persoalan itu. 

“Jadi jangan asal ngomong kami sebagai pihak yang salah. Direksi PT Tun Sewindu sudah diperiksa oleh Polda Sumut tentang menempati kawasan hutan tanpa izin tersebut. Dan perlu diketahui penyelidikan itu sudah dihentikan dengan keluar surat penetapan penghentian penyelidikan atau SP3,’ tegas Junirwan. 

“Bahwa proses penyelidikan tersebut dihentikan sesuai dengan Surat Ketetapan Penghentian Penyelidikan Nomor: S.Tap/61.a/V/2025/Ditreskrimsus tanggal 05 Mei 2025, dengan alasan bukan merupakan tindak pidana. Dengan demikian, menurut hemat kami tindakan pematokan yang dilakukan oleh Ombudsman Ri Perwakilan Provinsi berlebihan dan kami pertanyakan motifnya,” kata Junirwan. 

Sebelumnya,  seluas 11,7 hektar dari 40,08 hektar hutan mangrove yang dikuasai PT TUN Sewindu di Desa Regemuk, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara dipatok Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan DPRD Deli Serdang dan karena masuk kawasan hutan lindung.

Kepala Ombudsman Sumut Herdensi Adnin memastikan bahwa dari 40,08 hektar yang dikuasai PT TUN Sewindu, seluas 11, 7 hektar di antaranya masuk hutan lindung.

“Kita dapatkan bahwa 11, 7 hektar yang lahan itu sebenarnya hutan lindung,” katanya.

Dengan adanya 11, 7 hektar masuk lahan hutan lindung, tim dalam peninjauan tersebut sepakat untuk mematok.

“Tadi kita sama DPRD Deli Serdang, Dinas Kehutanan sudah mematok lahannya bahwa memang lokasi tambak berada di area hutan lindung,” ujar Herdensi.

Herdensi lebih lanjut menyebut ORI Sumut juga akan mempertimbangkan rekomendasi yang akan dikeluarkan ke pihak-pihak terkait.

“Ini akan menjadi konsiderasi (mempertimbangkan) kami di ORI perwakilan Sumatera Utara untuk membuat laporan hasil pemeriksaan, kebenaran-kebenaran atau fakta yang ada dilapangan,” ungkapnya. (Tim)

Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut Soroti Inovasi Layanan dan Lonjakan Penerbitan Paspor

0

Pematangsiantar, Gnewstv.id 

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara memaparkan capaian kinerjanya selama Triwulan I Tahun 2025 dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara yang digelar di Gedung DPRD Sumut, Selasa (6/5/2025).

Plh Kepala Kantor Wilayah, Ma’mum, dalam pemaparannya menyoroti berbagai inovasi layanan keimigrasian yang telah dihadirkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah PMI Lounge—fasilitas khusus di bandara yang diperuntukkan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru kembali ke tanah air. Di area ini, para PMI dapat beristirahat, transit, hingga memperoleh informasi keimigrasian yang dibutuhkan.

Selain itu, Ma’mum juga menyampaikan bahwa saat ini telah tersedia 30 unit autogate di Bandara Kualanamu yang memudahkan proses keluar-masuk WNI dan WNA secara mandiri dan efisien. “Seluruh kantor imigrasi di wilayah Sumatera Utara hingga kini telah menerbitkan sebanyak 593.811 paspor sepanjang triwulan I, hal ini menandakan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dokumen perjalanan internasional,” ungkapnya.

Rapat yang berlangsung hangat dan interaktif ini dipimpin langsung oleh Landen Marbun, didampingi anggota Komisi A lainnya seperti Megawati Zebua dan Efriansyah. Dalam tanggapannya, Landen menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja jajaran imigrasi serta mendorong mendorong agar Ditjen Imigrasi menambah kuota antrean layanan melalui aplikasi M-Paspor, guna menjawab tingginya animo masyarakat dalam pembuatan paspor.

Ma’mum menjelaskan bahwa penetapan kuota antrean M-Paspor dilakukan secara terpusat oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, dengan mempertimbangkan minat masyarakat, ketersediaan peralatan, serta jumlah sumber daya manusia di masing-masing kantor imigrasi.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum Sumatera Utara, Ignatius Mangantar Tua Silalahi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut-Kepulauan Riau Flora Nainggolan, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumut. Diharapkan, RDP ini dapat mempererat koordinasi antara legislatif dan institusi keimigrasian demi meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat, (srt).

Haidar Alwi: Peran, Sumber Daya, dan Teknologi Metalurgi Ekstraktif untuk Unsur Tanah Jarang (REE).

0

Indobesia – gnewstv.id

Keberadaan Rare Earth Elements (REE) atau unsur tanah jarang semakin menarik perhatian publik global. Di tengah transisi energi bersih dan perlombaan teknologi tinggi antarnegara, REE menjadi komoditas strategis yang diperebutkan banyak kekuatan besar dunia. Namun ironisnya, di Indonesia, negara yang diperkirakan menyimpan potensi REE dalam jumlah besar, isu ini masih belum menjadi prioritas utama dalam kebijakan nasional.

R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi care dan Haidar Alwi institute mengingatkan bahwa Indonesia harus segera bangun dari tidur panjang. Menurutnya, REE adalah senjata masa depan yang tak berbentuk peluru, tetapi mampu menentukan arah kekuasaan ekonomi, pertahanan, dan inovasi teknologi global.

“Kita terlalu sering menjadi eksportir mentah dan penonton dari revolusi industri global. Kini, di tangan kita ada bahan dasar peradaban digital dan energi masa depan. Kita tidak boleh lengah,” ujar Haidar Alwi.(5/5/2025)

*Logam Kecil, Dampak Global Besar.*

REE adalah kelompok 17 unsur dalam tabel periodik, yang digunakan dalam berbagai teknologi mutakhir seperti mobil listrik, turbin angin, baterai energi baru, radar militer, dan satelit komunikasi. Bahkan dalam industri pertahanan, satu unit jet tempur modern seperti F-35 membutuhkan lebih dari 400 kg REE.

Meski disebut “tanah jarang”, unsur ini sebenarnya tidak terlalu langka dari sisi jumlah. Namun, kemurnian dan konsentrasi ekonomisnya sulit ditemukan. Itulah yang menjadikannya komoditas bernilai tinggi dan sulit digantikan. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Uni Eropa berlomba-lomba mengamankan pasokan logam ini dari wilayah-wilayah yang potensial.

*Indonesia dan Potensi yang Tersembunyi.*

Sejumlah data dan riset geologi menunjukkan bahwa Indonesia menyimpan cadangan REE yang signifikan. Beberapa di antaranya bahkan telah tercatat dalam data Kementerian ESDM, antara lain:

1. Bangka Belitung: dikenal sebagai wilayah penghasil monazite, mineral pembawa REE yang umum ditemukan sebagai ikutan dalam tambang timah.

2. Kalimantan Barat dan Tengah: menyimpan mineral xenotime, juga termasuk pembawa REE yang potensial.

Estimasi total cadangan bijih xenotime di Indonesia mencapai lebih dari 6,4 miliar ton, sedangkan monazite terukur mencapai lebih dari 52 juta ton.

Haidar Alwi menyebut data ini sebagai peringatan sekaligus peluang. “Negara lain sibuk berebut, kita justru belum menyentuhnya secara serius. Ini salah satu aset yang bisa mengubah posisi geopolitik Indonesia,” jelasnya.

*Teknologi Ekstraktif: Hambatan atau Peluang?*

Mengolah REE tidaklah semudah menambang batubara atau emas. Diperlukan serangkaian proses yang kompleks, mulai dari cracking mineral refraktori, pelindian dengan pelarut kimia, hingga pemurnian ion individu dengan tingkat presisi tinggi.

Tantangan terbesar datang dari fakta bahwa sebagian besar mineral REE juga mengandung unsur radioaktif seperti thorium dan uranium. Hal ini membutuhkan teknologi pengolahan dan penanganan limbah yang sangat ketat dan aman.

Namun, menurut Haidar Alwi, tantangan bukan alasan untuk mundur, melainkan panggilan untuk membangun pusat riset nasional, mendorong transfer teknologi, dan menyiapkan SDM unggul di bidang metalurgi, geologi, dan kimia industri.

*Lebih dari Sekadar Tambang: REE sebagai Komoditas Strategis Militer dan Energi.*

Tidak seperti komoditas lain, REE bukan hanya menyangkut kebutuhan industri sipil. Ia menjadi penentu dalam strategi militer dan kedaulatan energi. Dalam berbagai laporan pertahanan Amerika dan Eropa, REE dikategorikan sebagai “critical raw material”, setara dengan minyak dan gas.

Indonesia sebagai negara dengan letak strategis di jalur Indo-Pasifik harus menyadari bahwa REE adalah bagian dari arena perebutan pengaruh global. Menurut Haidar alwi, jika Indonesia tidak mengelola sendiri sumber dayanya, bukan tidak mungkin negeri ini kembali tergantung pada impor komponen teknologi dari negara pemilik REE.

*Menuju Hilirisasi dan Kemandirian Industri Teknologi.*

Salah satu hal yang disoroti Haidar Alwi adalah kegagalan masa lalu Indonesia dalam melakukan hilirisasi. Selama ini, mineral diekspor dalam bentuk mentah, dan nilai tambahnya justru dinikmati negara lain.

Haidar Alwi menekankan pentingnya membangun:

1. Pabrik pemurnian REE (smelter berbasis teknologi tinggi).

2. Industri magnet permanen dalam negeri.

3. Kemitraan global yang adil dan transfer teknologi.

“Bayangkan jika kita bisa memproduksi komponen baterai, turbin, atau radar di dalam negeri. Kita tidak hanya mengekspor logam, kita akan ekspor produk teknologi,” ungkap Haidar Alwi.

*Langkah Strategis dan Rencana Aksi Nasional.*

Sebagai solusi konkret, Haidar Alwi mengajukan apa yang ia sebut sebagai “Rumus Strategi Nasional REE”:

R = Riset – Bangun pusat riset dan pengembangan REE dengan dukungan negara

E = Eksplorasi – Lakukan pemetaan potensi REE dari Aceh hingga Papua

E = Ekstraksi – Kembangkan teknologi pengolahan REE yang ramah lingkungan dan efisien

Konsep ini dinilai lebih realistis dibanding sekadar membentuk badan formal, karena langsung menyasar ekosistem sains, industri, dan kemandirian teknologi.

*Kedaulatan Bukan Sekadar Retorika.*

Haidar Alwi menyampaikan pesan yang dalam dan penuh makna:

 “Jika kita gagal mengelola REE hari ini, kita akan mengemis teknologi di masa depan. Tapi jika kita berani berdiri sendiri, REE bisa menjadi gerbang menuju Indonesia yang benar-benar berdaulat secara ekonomi, energi, dan ilmu pengetahuan.”

Menurutnya, kedaulatan bukan sekadar slogan. Ia harus diwujudkan dalam kebijakan, regulasi, dan keberpihakan kepada kepentingan nasional jangka panjang.

Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dihadapkan pada satu pilihan besar: menjadi lumbung REE dunia yang dikuasai asing, atau menjadi poros kekuatan teknologi Asia dengan REE sebagai pijakannya.

Langkah pertama hanya bisa diambil jika pemerintah, industri, dan akademisi mau duduk bersama dan bertindak sekarang, bukan nanti. (tim – ) 

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

Maaf Om, Beritanya gak bisa di copy