Beranda blog Halaman 10

Imigrasi Leading Sektor Pengawasan Orang :Kukuhkan Satgas Patroli di Bali untuk Jaga Stabilitas Keamanan Wilayah

0

Bali, Gnewstv. id

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, Agus Andriantomengukuhkan Satuan Tugas (Satgas) Patroli Imigrasi di wilayah Bali pada Selasa(05/08) yang menegaskan Imigrasi sebagai Leading Sector dalam Pengawasan Orang Asing. Upacara pengukuhan yang berlangsung di Pelabuhan Benoa, Denpasar inidihadiri oleh sekitar 500 peserta yang terdiri dari unsur Imigrasi, Pemasyarakatan, TNI,Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (PP) dan Pecalang. Selain jajaran Ditjen Imigrasi,

pengukuhan disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX/Udayana, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, dan sejumlah kepala instansi vertikal serta dinas tingkat provinsi di Bali.

“Pembentukan Satgas Patroli Keimigrasian ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden untuk memastikan stabilitas dan keamanan di Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia,” jelas Agus. Dasar hukum Satgas Patroli Keimigrasian di antaranya adalah Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang

Keimigrasian Pasal 66 ayat 2 huruf b, Peraturan Pemerintah RI No. 31 Tahun 2013 Pasal 181. Lebih lanjut Agus menjelaskan bahwa Satgas Patroli dibentuk agar bisa memberikan quick response apabila terjadi pelanggaran  menekan pelanggaran peraturan oleh

orang asing di Bali serta untuk menghadirkan rasa aman kepada masyarakat. Untuk memastikan patroli berjalan efektif, Satgas akan melibatkan 100 orang petugas imigrasi, setiap personil akan dilengkapi dengan rompi pengaman dan body camera (bodycam). 

Petugas akan berpatroli dengan menggunakan motor atau mobil patroli imigrasi, di 10 titik lokasi strategis yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Ngurah

Rai dan Denpasar, di antaranya, Kuta Utara (Canggu),Seminyak, Kerobokan,  Pelabuhan Matahari Terbit dan Benoa,Pecatu (Uluwatu, Bingin),Pantai Mertasari,  Kecamatan Kuta dan Gianyar (Ubud); serta Nusa Dua, Jimbaran.

Terkait hal ini, Pelaksana tugas Direktur Jenderal (Plt. Dirjen) Imigrasi, Yuldi Yusman menjelaskan “Dantim dan Petugas Patroli akan berpatroli pada rute yang telah ditentukan, terutama di area rawan pelanggaran keimigrasian atau daerah di mana kegiatan WNA terkonsentrasi. Jadwal pergerakan patroli dilakukan secara berkala dan acak untuk menghindari pola yang mudah ditebak,” jelas Yuldi.

Pengukuhan satgas ini memperkuat komitmen Imigrasi yang telah menunjukkan capaian kinerja signifikan. Berdasarkan data statistik, Ditjen Imigrasi telah melakukan tindakan administratif keimigrasian (TAK) berupa deportasi sebanyak 607 kasus dan pendetensian 303 kasus pada periode November s.d. Desember 2024. Angka ini meningkat pesat pada periode Januari s.d. Juli 2025 dengan 2.669 deportasi dan 2.009 pendetensian.

Sementara itu jumlah orang asing yang diproses hukum selama periode November 2024 s.d. Juli 2025 mencapai 62 orang.

“Ke depannya kami akan terus menggiatkan operasi serupa, baik dalam skala lokal seperti Patroli rutin Satgas maupun skala nasional seperti Wira Waspada. Ini bertujuan untuk membantu menjaga stabilitas keamanan nasional, memberikan efek cegah agar tidak terjadi pelanggaran, serta menjaga kepercayaan publik terhadap imigrasi”, tutup Yuldi, (rel)

WALI KOTA TEBING TINGGI LANTIK MUHAMMAD SYAH IRWAN SEBAGAI PENJABAT SEKRETARIS DAERAH, TEKANKAN AMANAH DAN INTEGRITAS

0

TEBING TINGGI – gnewstv.id 

Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih secara resmi melantik Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tebing Tinggi, Muhammad Syah Irwan. Pengambilan Sumpah dan Pelantikan di gelar di ruang Aula Lantai IV, Gedung Balai Kota, Rabu (6/8/2025). 

Wali Kota Iman Irdian Saragih dalam sambutannya menjelaskan, penunjukan Pj. Sekda mengacu pada Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah. Lebih lanjut dikatakan Wali Kota, pengangkatan Pj. Sekda bertujuan untuk melaksanakan tugas Sekretaris Daerah yang berhalangan melaksanakan tugas, salah satunya karena terjadi kekosongan.

“Oleh karena itu, pelantikan Penjabat Sekretaris Daerah di lingkungan Kota Tebing Tinggi Tahun 2025 dilaksanakan agar pelaksanaan tugas, khususnya dalam membantu Kepala Daerah dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administrasi dapat berjalan secara berkesinambungan di Lingkungan Kota Tebing  Tinggi,” jelas Wali Kota. 

Kepada Pj. Sekda, yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Setdako, Wali Kota berpesan agar menjalankan amanah dengan integritas tinggi, khususnya dalam pengelolaan aset daerah secara efektif dan efisien, pengelolaan sumber daya manusia aparatur dalam meningkatkan kinerja organisasi dan pengelolaan keuangan secara akuntabel.

“Serta dapat menjunjung prinsip-prinsip profesionalisme dengan menunjukkan prestasi kerja yang baik di masa yang akan datang. Selamat bekerja, semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kelancaran dalam upaya kita melaksanakan tugas dan pengabdian kepada Pemerintah Kota Tebing Tinggi,” tutup Wali Kota.

Seusai dilantik, Pj. Sekda Muhammad Syah Irwan menyatakan kesiapannya untuk segera bekerja membantu Wali Kota mewujudkan visi dan misi program kerja. 

“Insyaallah kekurangan apa yang perlu dibenahi, akan kita benahi. Sambil berjalan kita melaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Pj. Sekda. 

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pj. Sekda Muhammad Syah Irwan berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Tebing Tinggi No. 100.3.3.3/972 Tahun 2025. Acara dirangkai dengan penandatanganan berita acara, penandatanganan dan penyerahan naskah pelantikan, foto bersama dan penyampaian ucapan selamat dari para tamu undangan.

Dalam kesempatan ini juga, Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih turut mengangkat Muhammad Hasbie Ashshiddiqi (Kadis LH) sebagai Plt. Kadis Sosial dan Muhammad Fachry (Kadis Dukcapil) sebagai Plt. Inspektur.

Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pj. Sekda ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Wakil Wali Kota Tebing Tinggi H. Chairil Mukmin Tambunan, Ketua DPRD Kota Sakti Khadaffi Nasution, Kajari Muchsin, Wakapolres Kompol. Rudi Syahputra, Sekretaris PN Tegen Maharaja, Ketua PA  atau mewakili, Danramil 13/ TT Kapt. Inf. Ismail Marzuki Siahaan, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Bambang Sudaryono, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag atau mewakili, rohaniawan, Ketua TP PKK Kota Ny. Hj. Susmira Wanti Iman Irdian Saragih, insan pers, tamu undangan dan diliput langsung oleh tim peliputan Diskominfo.( tim -red) 

Ratusan Warga Ditipu Arisan dan Investasi Bodong Hingga Mencapai 2,5 Miliar, Berharap Polres Serdang Bedagai Segera Bertindak

0

Perbaungan, gnewstv.id

Ratusan warga asal Kota perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dan Warga dari sejumlah provinsi di Indonesia dan dari luar negeri menjadi korban Penipuan Arisan Bodong yang diduga dilakukan RNS warga asal Keluarahan Kampung Citaman Dusun 7, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera utara.

Hal ini ditegaskan Tia kepada wartawan, Senin (4/8/2025) di Perbaungan,Serdang Bedagai bersama Belasan korban penipuan sembari menunjukkan Surat Laporan Polisi Mereka di Polres Serdang Bedagai dengan Nomor Laporan LP/B/238/VII/2025/SPKT/POLRES SERGAI/POLDA SUMUT/ Yang Melaporkan Kasus penipuan dengan modus Operasi Arisan atau Investasi Bodong dengan terlapornya RNS yang saat ini sudah melarikan diri bersama suami dan anaknya.

“Kalau diperkirakan hingga sebulan terakhir ini, ada seratusan lebih warga yang menjadi korban penipuan RNS Warga Kelurahan Citaman Dusun 7, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai. Tidak hanya warga Perbaungan, tapi tapi luar sumatera dan luar negeri juga ada seperti, maraoke, Negara kamboja dan Malaysia,” Ujar Tia.

“Selain itu kerugian yang dialami para korban ini bervariasi nilainya, mulai dari 5 juta rupiah hingga ratusan juta rupiah, dengan berbagai modus operandi yang dilakukan RNS yang mana diantaranya para korban disuruh melakukan Arisan dan arisan tersebut mendapat keuntungan, begitujuga dengan Investasi yang dijanjikan dengan keuntungan yang menggiurkan, sehingga tercatat ada ratusan korban dengan nilai kerugian mencapai 2,5 Miliar Rupiah,” jelas Tia kpada wartawan.

Menurut Tia, dia dan belasan korban lainnya sudah beberpakali mendatangi rumah pelaku RNS, namun pihak keluarga seperti lepas tangan, dan tidak mau bertanggungjawab atas tingkah laku anak bungsunya itu dan bahkan saat ini dikabarkan sudah melarikan diri bersama suami dan anaknya.

“Kami sudah bebebrapa kali datang ke ruah pelaku ini, namun ayah pelaku yang merupakan pensiunan Polisi ini tidak peduli dan terkesan lepas tanggung jawab atas apa yang dilakukan RNS, sehingga akhirnya kami melaporkan RNS ke Polres Serdang Bedagai dengan sejumlah bukti-bukti yang dikumpulkan dari para korban penipuan Arisan dan Investasi bodong ini,” Kata Tia kesal.

Ratusan korban penipuan Arisan dan Investasi Bodong ini berharap, meskipun Kasusnya baru sebulan ini kami laporkan dan masih dalam tahapan penyelidikan, namun para korban meminta adanya kejelasan hokum bagi mereka dan pelaku RNS dapat segera ditangkap dan dapat dicekal tidak lari ke luar negeri sehingga uang mereka dapat dikembalikan.

Para korban Arisan dan Investasi bodong ini berencana akan menyurati pihak Polres Serdang Bedagai, atas rencana melakukan aksi damai di depan Mapolres Serdang Bedagai dan Kantor DPRD Serdang bedagai sebagai bentuk permohonan agar kasus mereka ini menjadi atensi sehingga apa yang menjadi Hak para korban dapat kembali dan pelaku RNS dapat segera ditangkap dan di proses sesuai hokum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini . (Sur)

Mafia Bimtek Hantui Kepala Desa Se Deli Serdang. Baru Selesai Bimtek BPD, Kini Muncul Bimtek KMP

0

‎Deli Serdang, gnewstv.id 

Belum genap satu bulan setelah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kini masyarakat Kabupaten Deli Serdang kembali dikejutkan dengan undangan Bimtek baru. Kali ini ditujukan untuk Koperasi Desa Merah Putih dengan nilai anggaran yang tak kalah fantastis, yakni Rp19.500.000 per desa.

‎Kegiatan ini direncanakan diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Manajemen Pembangunan (LEMPAMAP) pada Hari ini tanggal 31 Juli hingga 3 Agustus 2025 di Hotel Gran Orri, Jalan Lau Gumba, Berastagi. Undangan yang tersebar luas di berbagai kalangan ini langsung menuai respons tajam dari publik, terutama karena koperasi yang dimaksud disebut belum menunjukkan kemajuan signifikan di lapangan.

‎Sejumlah tokoh masyarakat mempertanyakan urgensi pelaksanaan bimtek tersebut. Mereka menilai, koperasi yang menjadi peserta justru diduga  belum menjalankan program kerja apa pun.

‎”Kalau Rp19,5 juta itu dimanfaatkan untuk    menjadi modal awal, itu sudah sangat cukup. Tapi yang kita lihat, belum ada progres nyata di lapangan, kok sudah dilakukan bimtek soal keua lagi,” ujar seorang penggiat budaya dan pemerhati isu antikorupsi di Deli Serdang.

‎Hal mengejutkan disampaikan Kepala Bidang Kelembagaan dan Usaha Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Deli Serdang, Nugraha Arif Syahputra, MM, yang mengaku tidak mengetahui dan tidak dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

‎”Gak ada info ke kita, Bang. Kita pun baru tahu undangan kegiatan bimtek ini dari Abang juga,” ungkap Nugraha saat dikonfirmasi, Rabu (30/7/2025).

Ironisnya lagi ‎Kegiatan ini diduga tidak tertampung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), bahkan tidak mendapat izin resmi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Deli Serdang.

‎Kepala Dinas PMD Kabupaten Deli Serdang Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, M.SP saat di konfirmasi melalui telefon pada Rabu (30/07), menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin atas pelaksanaan kegiatan tersebut bahkan dirinya pun tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

‎“Kegiatan tersebut tidak ada izin dari Dinas PMD,kami juga tidak tau kegiatan itu,” tegas Citra saat dikonfirmasi.

‎Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan rundown  yang dibuat oleh Lembaga Pengembangan Manajemen Pembangunan (LEMPAMAP) dimana dalam acara bimtek tersebut, tertulis ahwa kegiatan tersebut akan dibuka langsung oleh Kepala Dinas PMD. Publik pun bertanya siapa yang benar dan siapa yang bohong 

Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa kegiatan tersebut diduga ilegal karena tidak melalui koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang seharusnya menjadi mitra dalam pembinaan koperasi di daerah .

‎Publik mulai mempertanyakan keseriusan Pemkab Deli Serdang dalam menjalankan Astacita, delapan agenda strategis pembangunan daerah yang menjadi acuan kebijakan pemerintah. Kritik juga diarahkan kepada pimpinan daerah, yang dinilai kurang selektif dan terkesan permisif terhadap kegiatan-kegiatan yang belum jelas manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.

‎”Baru selesai Bimtek BPD dengan anggaran yang sama besar, sekarang muncul lagi Bimtek Koperasi. Jangan-jangan ini hanya kegiatan seremonial yang tidak menghasilkan apa-apa untuk masyarakat desa,” keluh warga lainnya.

‎Masyarakat berharap agar Pemkab Deli Serdang, terutama lembaga yang berkaitan langsung dengan pemberdayaan desa dan koperasi, dapat lebih mengutamakan kegiatan yang berdampak nyata. Program Bimbingan Tekhnis dinilai penting, namun harus didasarkan pada kebutuhan ril dan kesiapan lembaga penerimanya.

‎Lebih lanjut masyarakat berharap pada Polresta Deli Serdang agar dapat menindak tegas dugaan mafia Bimtek yang berkeliaran mencari keuntungan dengan dalih bimbingan teknis. (Sur)

Bid Propam Polda Sumut bersama Sie Propam Polresta Deli Serdang laksanakan Gaktibplin Personil

0

Deli Serdang, gnewstv.id 

Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut menggelar inspeksi mendadak (sidak) dalam kegiatan Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) serta pemeriksaan urine di Polresta Deli Serdang, Kamis (31/07/2025) pagi.

Kegiatan ini dilaksakan sebagai wujud komitmen Polri dalam menjaga Profesionalisme dan disiplin di lingkungan internalnya oleh Bidpropam Polda Sumut yang pimpin oleh Kaurbinplin Subbid Provos Bid Propam Polda Sumut  Kompol Sofyan Helmi Nasution, S.H., M.H., bersama dengan tim  dari Provos Polda Sumut didampingi Kasi Propam Polresta Deli Serdang Iptu M. Terrysvo Tarigan, S.Psi dan anggota

“Sasarannya adalah cek urine, dan Gaktibplin berupa sikap tampang, surat nyata diri, cek tahanan, cek senjata api personil dan judi online (judol) ” ucap Kasi Propam Polresta Deli Serdang Iptu M.Terrysvo Tarigan, S.Psi

Dilain tempat Kaurbinplin Subbid Provos Bid Propam Polda Sumut  Kompol Sofyan Helmi Nasution, S.H., M.H., terkait hasil test urine mengatakan “Hasil Tes Urine. dalam pemeriksaan tes urine  terhadap 53 Personel (terdiri dari 2 Perwira menengah, 11 Perwira pertama dan 40 Bintara dan ASN), seluruh hasil menunjukkan negatif narkoba. Ini mengindikasikan bahwa Personel Polresta Deli Serdang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Sementara dari hasil pemeriksaan kepada diri personil Polresta Deli Serdang ditemukan beberapa pelanggaran disiplin personil seperti sikap tampang yang tidak sesuai peraturan yakni rambut panjang,  kurang lengkapnya kelengkapan Surat data diri seperti NPWP, KTP  ataupun kelengkapan data diri lainnya” ucapnya.

“Kemudian terhadap personil yang melakukan pelanggaran sikap tampang dan kelengkapan surat data diri ini, diberikan tindakan disiplin langsung berupa pengguntingan rambut dan tindakan disiplin berupa tindakan pisik berupa pushup”ucapnya lagi”.

Kemudian  Tim juga  juga melakukan pengecekan terhadap kondisi ruang Tahanan di Polresta Deli Serdang.

Saat dikonfimasi Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K, M.Si, mengatakan “Kita berharap dengan terlaksananya Gaktibplin ini dapat memelihara ketertiban dan  disiplin dan menjaga nama baik jati diri Polri di tengah tengah masyarakat sehingga dalam pelaksanaan tugasnya dapat lebih konsisten” tutupnya.(Sur).

HMTN-MP Programkan urban Farming Yang Akan Jadi Rool Model Di Sumut Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

0

Medan, gnewstv.id

Untuk wujudkan asta cita presiden republik indonesia dalam ketahanan pangan himpunan masyarakat tani nusantara merah putih (HMTN-MP), programkan urban praming yang akan menjadi rool model di provinsi sumatera utara/ untuk menciptakan ketahanan pangan dan dapat menambah perekonomian masyarakat.

Hal ini ditegaskan ketua umum himpunan masyarakat tani nusantara merah putih (HMTN-MP) Asril Naska yang memimpin langsung acara deklarasi dewan pimpinan wilayah (DPW) HMTN-MP Provinsi Sumatera Utara, sekaligus pelantikan 33 dewan pimpinan daerah (dpd) kabupaten kota Himpunan Masyarakat Tani Nusantara merah putih (HMTN-MP) se Provinsi Sumatera Utara.

Acara deklarasi dewan pimpinan wilayah himpunan masyarakat tani nusantara merah putih provinsi sumatera utara yang diketua oleh perlindungan sihotang di aula rajainalsiregar kantor Gubernur Sumatera Utara, jalan diponegoro medan, selasa, (29/7/2025) siang. Usai acara deklarasi tersebut, acara dilanjutkan dengan pelantikan 33 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten kota Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP) se Provinsi Sumatera Utara.

Selain acara deklarasi dpw hmtn-mp sumut dan pelantikan 33 DPD kabupaten kota HMTN-MP se Sumut, Ketum DPP HMTN-MP) Asril Naska juga mememperkenalkan satgas nasional hmtn-mp Budi Ilham Nasution yang ditunjuk langsung oleh DPP HMTN-MP.

Hadir dalam acara tersebut  dewan pembina dan penasihat dpp hmtn-mp KH Hambali staf ahli Gubernur bidang ekonomi, keuangan, pembangunan, aset dan sumber daya alam Manna Wasalwa Lubis selaku perwakilan Gubernur Sumatera Utara perwakilan Pangdam I/BB dan perwakilan Kapolda Sumut, serta ratusan tamu undangan dan peserta HMTN-MP se sumatera utara.

Ketua umum DPP HMTN-MP Asril Naska mengatakan dengan deklarasi dewan pimpinan wilayah dan pelantikan 33 dewan pimpinan daerah tersebut, ia meyakini program urban farming di sumatera utara dapat disosialisasikan dan dijalankan secara maksimal.

“Urban farming, atau pertanian perkotaan, adalah praktik bercocok tanam dan di lingkungan perkotaan meskipun dengan lahan sempit tujuannya adalah untuk memanfaatkan lahan terbatas di kota, seperti pekarangan, taman kota, atap bangunan, atau bahkan di dalam ruangan, guna menghasilkan bahan pangan dan kebutuhan lain secara mandiri, yang semuanya itu untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden RI Bapak Prabowo pada program Ketahanan Pangan serta Urban Farming dapat membantu Perekonomian Keluarga atau masyarakat,” Ujar Asril Naska.

Asril Naska berharap, himpunan masyarakat tani nusantara merah putih menjadi bagian dari anak bangsa yang ikut mensukseskan ketahanan pangan dan untuk menuju indonesia emas, urban farming ini tidak hanya sebatas memanfaatkan lahan yang kecil untuk pertanian, tapi juga menyehatkan keluarga, menyehatkan personil-personil.

Gubernur sumatera utara, melalui staf ahli gubernur bidang ekonomi, keuangan, pembangunan, aset dan sumber daya alam Manna Wasalwa Lubis, meminta Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP) menjadi wadah pemberdayaan petani yang inklusif dan berkelanjutan.

“Selain merupakan wadah pemberdayaan petani yang inklusif dan berkelanjutan juga menjadi penghubung antara petani dan dunia teknologi pertanian modern, melahirkan petani berwawasan global dan menjadi suara yang konstruktif bagikebijakan pemerintah bidang pertanian, ” Kata Gubsu Bobby Afif Nasution Melalui staf ahli gubernur bidang ekonomi, keuangan, pembangunan, aset dan sumber daya alam Manna Wasalwa Lubis.

Ketua Satgas Nasional DPP HMTN-MP Budi Ilham Nasution dalam kata sambutannya mengatakan siap menjalankan amanah untuk membentuk Satgas diseluruh provinsi di Indonesia.

“Saya selaku Satgas Nasional  HMTN-MP siap diberi amanah untuk membentuk Satgas seluruh Provinsi di Indonesia dalam waktu 100 hari kedepan yang tujuan mendukung Asta Cita Presiden RI Prabowo dalam peogram Ketahanan Pangan di Indonesia,” Jelas Budi.

Dewan Penasehat dan Pembina HMTN-MP KH Hambali dalam Sambutan mengatakan Deklarasi DPW Sumut dan Pelantikan 33 DPD Kabupaten Kota HMTN-MP Se Sumut ini merupakan Wujud dari Sumut Berkah dimana HMTN-MP dapat berkolaborasi dengan Gubernur Sumatera Utara dan Unsur Forkopimda Lainnya.

“Dengan adanya Deklarasi DPW HMTN-MP Sumut dan 33 DPD Kabupaten Kota HMTN-MP se Sumatera Utara menunjukkan komitmen kita sebagai Organisasi yang konsen atau Pertanian, Ketahanan Pangan yang bertujuan untuk kesejateraan Petani dan Masyarakat, dan kita mendukung juga Kapolri melalui Kapolda Sumut serta Panglima melalui Pangdam I/BB dalam program Ketahanan Pangan,” Kata KH.Hambali.

Acara deklarasi DPW HMTN-MP Sumatera Utara dan pelantikan 33 DPD Kabupaten Kota HMTN-MP se sumatera utara juga menggelar hasil Kreatifitas Kelompok UMKM binaan HMTN-MP serta dihibur dengan tarian multi ethnis yang ada di sumatera utara yang diirinbgi gondang sembilan serta penampilan artis ibukota erik sihotang(Sur)

Ketua Yaspetia Ir.Marapinta Harahap Tuding Ficki Padli Pardede Pengkhianat, Keluarnya Surat KMA No. 1091 Diduga Banyak kejanggalan

0

Tebing Tinggi, gnewstv.id 

Kisruh dunia perguruan tinggi di Provinsi Sumatera utara terus terjadi. Kali ini kekisruhan itu menimpa Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hikmah (Yaspetia) yang diketuai Ir.Marapinta Harahap,MM,.MAP dengan pihak Yaspetia Medan yang saat ini diketuai oleh anaknya Almarhun Makmur Limbong bahkan kekisruhan ini juga terjadi di kota Tebing Tinggi dan Tanjung Balai.

Namun yang paling menyita perhatian publik dan masyarakat kekisruhan yang terjadi di STAIS Al-Hikmah Tebing tinggi yang saat ini ketuanya Dr. Ficki Padli Pardede, dimana Ketua Yaspetia Ir.Marapinta Harahap berani menuding Dr.Ficki Padli Pardede,M.A. selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Al-Hikmah Kota Tebing Tinggi yang dulunya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah (STIT) Al-Hikmah berlhianat dan tidak tau berterimah kasih.

Hal ini ditegaskan Marapinta kepada wartawan, Kamis (10/7/2025) di kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Ir.Marapinta menceritakan kronologis berdirinya STAIS Al-Hikmah Tebing Tinggi yang dulunya STIT Al-Hikmah yang pada Tahun 2007 dimana SK Pertamanya diterima oleh Almarhum Salman Rasidi,S.Pd,MM, dengan Akta Pendirian No. 8 Tahun 1983 No. 8 tahun 1995 dan No. 02 tahun 2014 Keputusan Menkumham No. AHU-000115.AHA.01.04 Tahun 2015 dan sesuai Ketetapan Dirjen Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama RI No. Dj.I/177/2007 tanggal 20 April 2007

“SK.Pertama berdirinya STIT Al-Hikmah itu tahun 2007 yang saya tanda tangani langsung dan saya serha terimakan kepada Saudara Salman Rasidi,S.Pd,MM, yang saat ini Salman sudah meninggal dunia, dan pada tahun 2007 itu berdirilah STIT kota Tebing Tinggi yang merupakan pengembangan sekolah Tinggi Islam Al-Hikmah yang ada di Medan,”Ujar Marapinta.

Setelah meninggalnya Salman Rasidi, diangkatlah Plt nya saudara Zul Fahri, dan setelah itu diangkatlah saudara Masdar Limbong dan pada tahun 2018 Ir.Marapinta Harahap selaku Ketua Yaspetia mengangkat saudara Dr.Ficki Padli Pardede,M.A, yang awalnya merupakan asisten dosen dari Dr.Neli pada tahun 2016.

“Jadi setelah meninggalnya Salman Rasidi, saya mengangkat saudara Zul Fahri sebagai Pelaksana Tugas (Plt-red), dan selanjutnya digantikan oleh Masdar Limbong selaku Plt kedua, dan pada tahun 2018 saya angkat Dr.Ficki Padli Pardede,M.A sebagai ketua STIT Al-Hikmah kota Tebing Tinggi definitive, dimana sebelumnya Dr.Ficki Padli Pardede,M.A pernah menjabat sebagai Asisten Dosen Dr.Neli di thaun 2016 lalu,” Kata Marapinta menegaskan.

Menurut Ketua Yaspetia Ir.Marapinta Harahap, Dr.Ficki Padli Pardede,M.A pada periode pertama tahun 2018-2022 diangkat menjadi Ketua STIT Al-Hikmah, dan diperpanjang kembali dari tahun 2022-2026, namun dalam periode kedua ini diusulkanlah perubahan nama dari STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah) menjadi STAIS (Sekolah Tinggi Agama Islam) Al-Hikmah.

“Dan dalam proses pengusulan perubahan nama STIT menjadi STAIS yang juga saya tanda tangani ini, ada temuan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) periode kedua yang diketuai Dr.Ficki Padli Pardede,M.A ini tidak sesuai dengan kondisi rill di lapangan, sehingga saya mengganti Dr.Ficki Padli Pardede,M.pada tahun 2024 sebelum periodesasinya berakhir ditahun 2026 mendatang,” tegas Marapinta.

Dan disaat itulah menurut Ir.Marapinta, Dr.Ficki Padli Pardede,M.A mulai berkhianat dan beralih ke Yaspetia Medan yang sudah dibentuk oleh Alm.Makmur Limbong pada tahun 2007, yang mana pada saat itu ketua Yaspetia Medan dipegang oleh menantunya Makmur Limbong Rules Gaja.

“Jadi si Ficki Padli Pardede yang berkhianat dari saya ini, sebelum keluarnya Surat Keterangan Menteri Agama (KMA) No.1091, beralih ke Masdar Limbong yang juga berkhianat dari saya dan memisahkan diri dari Yaspetia dan bergabung ke Yaspetia Medan,” Kata Marapinta.

Namun Marapinta menegaskan lagi, bahwa Pengeluaran KMA No.1091 pada tahun 2024 lalu banyak sekali kejanggalan yang ada, Mulai dari penerbitannya sehari setelah pelantikan Menteri Agama. “Apakah mungkin seorang Menteri yang sehari setelah dilantik oleh Presiden bisa langsung menanda tangani Surat penting tentang perubahan Statut perguruan tinggi dari STIT menjadi STAIS, itu yang menjadi pertanyaan besar saya,” ujar Marapinta merasa aneh.

Kejanggalan kedua yaitu masalah Alamat, dimana yang tertera di KMA No.1091 berbeda dengan STAIS Al-Hikmah Tebing Tinggi yang saat ini beroperasi, dimana data yang ada kami dapat alamat di KMA No.1091 itu di Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, Tebing Tinggi, sedangkan kenyataannya saat ini beroperasi di di Jln.Deblod Sundoro, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

“Dan selanjutnya kejanggalan ketiga ada dugaan terjadinya perubahan, dimana sebelumnya STAIS Al-Hikmah Tebing Tinggi tidak ada Jurusan TMM (Teknik Matematika) namun saat ini jurusan tersebut ada, yang mana sebelumnya di dalam Surat KMA.No.1091 tidak ada jurusan TMM tersebut,” Tegas Marapinta kepada wartawan.

“Jadi setelah saya amati dan saya pelajari , patut saya duga, tunduknya STAIS Al-Hikmah Tebing Tinggi kepada Yaspetia Medan yang saat itu diketua Rules Gaja diperkirakan hanya sebagai batu loncatan saja, karena saudara Ficki Padli Pardede sudah mempunyai Yayasan sendiri yakni YPI Bina Insan Cendikia Ilmiah (YPI INSANIAH), yang sekretariatnya berada di Jln.Deblod Sundoro, dengan posisi bangunan berada di depan gedung STAIS Al-Hikmah Tebing Tinggi,” Kata Marapinta.

Hasil investigasi Marapinta di lapangan, sebagian dosen-dosen yang bertugas di STAIS AL-Hikmah sudah disiapkan oleh saudara Ficki Padli Pardede, bahkan blangko lamaran untuk nantinya sebagai dosen di perguruan tinggi yang didirikannya, demikian juga sebahagian mahasiswa juga didaftarkan di perguruan tinggi milik saudara Ficki.

“Sehingga kalau dilihat langkah-langkah yang dibuat Saudara Ficki Padli Paredede ini, diperkirakan STAIS Al-Hikmah dibawah Yaspetia Medan yang diketuai anak-anaknya Almarhum Makmur Limbong akan mengalami nasib yang sama dengan Yaspetia yang saya pimpin,” tegas Marapinta sambil tersenyum dan mengakhiri pertanyaan wartawan. (Arh )

‎Skandal Serdang Bedagai: Hen Sihombing Desak Kejatisu, KPK, dan Kejagung Bongkar Dugaan Kejahatan Korupsi Terorganisir

0

Serdang Bedagai- gnewstv.id

‎Serdang Bedagai-Tokoh masyarakat dari Komunitas Peduli Kabupaten Serdang Bedagai, Hen Sihombing, angkat suara terkait maraknya aksi unjuk rasa di berbagai titik wilayah Serdang Bedagai yang menyuarakan dugaan penyimpangan Dana Desa dan anggaran daerah sepanjang tahun 2024 hingga 2025.

‎Hen menyampaikan bahwa fenomena ini sudah seharusnya menjadi perhatian serius dari lembaga penegak hukum, baik di daerah maupun pusat. Ia secara tegas meminta agar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Kejaksaan Agung RI, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan untuk menelusuri dan menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat yang terus bermunculan.

‎“Kalau sudah ada dugaan puluhan kepala desa terlibat, LPJ diduga fiktif, dan anggaran miliaran rupiah tidak jelas keberadaannya—ini bukan hal kecil. Kita minta Kejatisu, Kejagung, dan KPK tidak tinggal diam,” tegas Hen Sihombing dalam keterangannya, Rabu (25/7/2025).

‎Hen menyebut beberapa desa yang menjadi sorotan masyarakat dan media, antara lain Desa Dame, Kelapa Bajohom, dan Tanjung Harap, dengan catatan laporan keuangan dan hasil pembangunan yang dinilai janggal. Ia mengutip laporan media yang menyebut bahwa dugaan penyimpangan dana desa terjadi di 237 desa, dengan potensi nilai kerugian negara mencapai Rp 237 miliar.

‎“Angka ini tentu masih dugaan dan perlu pembuktian hukum. Tapi jika benar, ini bisa menghancurkan semangat pembangunan desa dan menggerus kepercayaan rakyat terhadap pemerintah,” tambah Hen.

‎Hen juga menyoroti peran Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai yang dinilai belum maksimal, bahkan cenderung pasif. Ia menilai proses audit terkesan administratif dan formalitas belaka, tanpa keberanian membuka fakta secara transparan.

‎Lebih lanjut, Hen menyerukan agar Kejatisu bersama Kejaksaan Agung dan KPK membentuk tim sinergis untuk menyelidiki lebih dalam dugaan penyimpangan dana desa dari tahun anggaran 2010 hingga 2024, sesuai dengan laporan dan bukti awal yang telah disampaikan oleh masyarakat.

‎“Kami tidak menuduh siapa pun. Kami menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Namun ketika dugaan sudah masif, aparat hukum harus proaktif dan terbuka. Jangan biarkan masyarakat terus bertanya-tanya tanpa kepastian hukum,” ujarnya.

‎Di sisi lain, Hen mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengawasi jalannya pembangunan di desa, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

‎“Pengawasan publik itu bagian dari demokrasi. Masyarakat punya hak untuk tahu, melihat, dan melapor. Gunakan saluran resmi. Jangan takut, karena masa depan desa ada di tangan rakyat,” pungkasnya. ( tims )

Perdana Di Indonesia, LVNG dan Yayasan Al Habib Hadirkan Sistem Pemantauan Digital Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak Sekolah di Serdang Bedagai

0

Serdang Bedagai, gnewstv.id 

LVNG hari ini melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pencatatan kesehatan bagi 600 An siswa PAUD hingga SMP di lingkungan sekolah milik Yayasan Al Habib, Desa Melati 2, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa (22/7/2025)

Kegiatan Perdana Di Indonesia ini merupakan langkah awal dari kerja sama jangka panjang untuk menciptakan ekosistem digital pemantauan tumbuh kembang anak di lingkungan pendidikan.

Terbukti Ratusan Anak PAUD, TK, SD Hingga SMP dari Yayasan Al-Habib tampak antusias mengikuti pemeriksaan Kesehatan anak dengan didampingi orngtua masing-masing, dimana nantinya hasil pemeriksaan kesehatan, fisik serta tumbuh kembangnya anak akan dituangkan kedalam aplikasi LVNG ini, sehingga para orang tua atau ibu dapat memantau setiap saat kesehatan dan tumbuh kembang anaknya.

“Program aplikasi LVNG ini sangat bermanfaat, karena kita dapat mengetahui grafik kesehatan dan tumbuh kembang anak, dan satu aplikasi ini bisa untuk satu keluarga sehingga Rapot Digital kesehatan kita setiap saat dapat diketahui kekurangan dan kelebihanya,” kata Ibu Ramayani.

Menurut dr. Achmad Mediana Sp.OG, selaku Founder LVNG yang hadir langsung di Yayasan Al-Habib menhatakan melalui teknologi dashboard yang dirancang LVNG, data kesehatan anak – mulai dari , status gizi, indikasi stunting, hingga perkembangan fisik dicatat dan dipantau secara berkala. Data ini tidak hanya dapat diakses oleh sekolah dan tenaga kesehatan, tapi juga terintegrasi langsung dengan aplikasi yang dipegang orang tua siswa, sehingga menjadi catatan kesehatan pribadi digital yang lengkap dan berkelanjutan.

“Indonesia punya target Generasi Emas 2045. Tapi, bagaimana cara mencetaknya? Dimulai dari mana? Siapa yang mau mengawal prosesnya? Siapa yang memonitor? LVNG akan bantu kawal semua proses dan monitoring kesehatan siswa secara digital. Catatan kesehatannya harus rapi dan terkoneksi lewat teknologi. Seperti di Inggris, di Norwegia. Karena SDM jangka panjang Indonesia harus sehat dulu. Supaya pintar, supaya cerdas, supaya gak kalah bersaing dari orang Malaysia, orang Singapura dan warga dunia. Dan semua harus dimulai di sekolah. Tempat anak bertumbuh kembang untuk sehat dan cerdas.” Ujar dr. Achmad Mediana Sp.OG, selaku Founder LVNG.

Kegiatan hari ini menjadi bagian dari komitmen bersama antara LVNG dan Yayasan Al Habib dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan siap bersaing dalam kompetisi global di masa depan. Sistem ini memungkinkan guru dan tenaga kesehatan memantau perkembangan anak secara real-time agar bisa dilakukan intervensi lebih cepat saat ditemukan masalah.

“LVNG” adalah perusahaan teknologi yang berfokus pada solusi digital untuk pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan anak di sekolah. Dengan platform yang mencakup dashboard sekolah dan aplikasi, LVNG menghadirkan sistem pencatatan kesehatan yang menyeluruh dan terintegrasi. Mendukung dan membiasakan orang tua, siswa dan guru dalam memiliki rekam jejak kesehatan pribadi sejak dini.

Sementara menurut pemilik Yayasan Al-Habib Desa Melati 2, Perbaungan, Serdang Bedagai, Wagiati, S.Pd.M.Pd  mengatakan Kerjasama yang dijalin dengan pihak LVNG ini sangat baik sekali, sebab dengan Aplikasi Pemantauan Rapot Digital Kesehatan ini, Kita para guru dan orang tua siswa dapat mengetahui sejak dini kesehatan dan tumbuh kembnag anak.

“Dengan adanya Aplikasi program LVNG ini para dokter dan Tim UKS serta orang tua dapat mengontrol Kesehatan anak serta tumbuh kembang anak, dan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara pihak LVNG, Yayasan, Guru, Orang tua dan Siswa. Ini semacam Rapot digital untuk perkembangan kesehatan anak yang dapat diketahui secara dini dan tercatat di aplikasi,” Kata  Ibu Wagiati merasa senang.

Direncanakan, Pemeriksaan kesehatan anak sekolah di Yayasan Al-Habib ini akan berlangsung selama dua hari hingga Rabu (23/7/2025) untuk menyelesaikan 600 an siswa PAUD,TK, SD hingga SMP. (Sur)

Kegiatan Acara AWDS Diwarnai Upah-Upah Dan Doa Untuk Kesehatan Agus Siahaan

0

Deli Serdang ,gnewstv.id 

Kegiatan Acara Arisan Wartawan Deli Serdang (AWDS) yang digelar di Kolam Pancing Pondok Leembad Desa Pasar 6 Kualanamu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang,  Minggu  ( 20/7/2025) yang berlangsung penuh keakraban juga diwarnai dengan “upah-upah” atau Penjemput semangat sembari mendoakan salah seorang Anggota AWDS,  Agus Siahaan yang baru saja sembuh dari musibah penyakit jantung dan sempat dirawat di Rumah Sakit. 

Arisan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar anggota, tetapi juga menjadi momen untuk mendoakan kesembuhan apabila salah satu rekan AWDS terkena musibah sehingga menimbulkan rasa persaudaraan yang erat.

Dalam suasana acara yang hangat dan penuh keakraban, para anggota AWDS berkumpul untuk berbagi cerita, menikmati hidangan bersama, dan tentu saja, melakukan arisan. Namun, momen spesial terjadi ketika sesama anggota arisan berkumpul untuk mendoakan Agus Siahaan yang telah melalui masa penyembuhan dari penyakit jantung.

“Doa bersama dipimpin langsung oleh Awaludin Sikumbang, menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam acara keluarga AWDS . Semoga Agus Siahaan dapat kembali sehat sepenuhnya dan selalu dalam lindungan Allah SWT bersama keluarga,” ujar ketua AWDS Surya Dharma yang juga diaminkan seluruh anggota.

Acara arisan AWDS menunjukkan betapa eratnya hubungan antar anggota AWDS, yang tidak hanya sebatas pertemuan rutin, tetapi juga menjadi wadah untuk saling mendukung dan mendoakan satu sama lain dalam suka dan duka.

Dengan penuh rasa syukur dan kebersamaan, acara arisan AWDS di Pondok Leembat Pasar 6 Kualanamu menjadi contoh nyata dari semangat gotong royong dan kepedulian antar sesama. Semoga Agus Siahaan dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali aktif dalam berbagai kegiatan bersama.

Acara arisan dilaksanakan setiap Minggu ke tiga di tiap bulannya itu, berlangsung sukses dimulai pagi jam 10.00 WIB selesai sore pukul 18.00 WIB. Selain menikmati beragam menu makanan lezat yang disajikan tuan rumah Karina Rosa Sinaga, seluruh anggota juga bernyanyi melepaskan olah vokalnya dengan membawakan lagu lagu kesayangan. (Sur)

Google search engine
0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Recent Posts

Maaf Om, Beritanya gak bisa di copy