
Deli Serdang, gnewstv.id
Sebanyak 19 titik Fasilitas Umum berupa lampu penerang jalan Fly Over menuju Bandara Kualanamu sudah bertahun-tahun padam dan membuat resah para pengguna jalan yang merupakan calon penumpang pesawat, masyarakat yang melintas dan juga wisatawan.
Selain itu lokasi jalan Fly Over yang gelap gulita itu juga rawan kriminal dan sering terjadi tindakan kriminal begal, bahkan tercatat beberapa kali para pekerja di bandara menjadi korban begal pada malam hari di lokasi fly over yang gelap tersebut.
Hal inilah yang membuat Parlindungan Purba selaku Tokoh Masyarakat Sumut turun ke lokasi Fly Over menggandeng pihak Balai Besar Jalan Wilayah Sumut melihat secara langsung kondisi gelap gulita di jalan fly over baik menuju maupun keluar dari bandara kualanamu, pada Jumat (6/3/2026) malam.
Menurut Parlindungan Purba, Fasilitas Lampu jalan di Fly Over yang padam ini, baik menuju dan keluar dari bandara kualanamu sudah sangat meresahkan dan sudah terjadi begitu lama apalagi sebentar lagi aka nada arus mudik dan arus balik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah tahun 2026, selain memberikan dampak negatip bagi calon penumpang mudik lebaran dan wisatawan yang datang ke sumatera utara, kondisi ini juga memberikan peluang tingginya tindakan kriminal.
“Saya dating ke lokasi fly over ini untuk melihat bagaimana gelapnya lokasi menuju pintu gerbang bandara kualanamu, bias kita lihat seluruh lampu di fly over ini padam dan rusak, sehingga angka kriminaliats di lokasi ini tinggi, dimana sudah sering terjadi begal dan yang menjadi korban adalah karyawan yang bekerja di bandara,” ujar Parlindungan Purba.
Selanjutnya Parlindungan Purba menegaskan bahwa lebih dari seribu orang pekerja di Bandara Kualanamu, merasa tidak nyaman jika mereka bekerja malam dan melintasi jalur Fly Over yang gelap gulita itu, karena dihantui pelaku-pelaku begal tersebut.
“Saya meminta kepada Pemerintah Provinsi melalu Balai Besar Jalan Wilayah Sumut untuk segera memperbaiki atau memasang lampu Jalan di Lokasi Fly Over ini, dan kondisi ini juga membuat para calon penumpang yang berangkat maupun mendarat di Sumatera utara dan melintas di lokasi fly over ini menilai pemerintah setempat kurang perhatian, “tegas Parlindungan Purba kepada awak media.
Parlindungan Purba berharap, jika lampu jalan Fly Over ini kembali nyala dan lokasi kembali terang, maka akan memberikan kenyamanan bagi para pengunjung dan masyarakat yang berangkat dari sumatera utara.
“Jika Lampu Fly Over ini kembali nyala akan berdampak positif dimana masyarakat pengunjung yang akan datang ke sumatera utara merasa aman dan nyaman saat melintas di jalur fly over, belum lagi pelaku ekonomi atau tenad yang membuka stand di bandara akan kembali meningkat sebab mereka bias meningkatkan jam bukanya, sebab selama ini karena takut adanya begal, para tenad hanya berani bukan mulai pukul 9 pagi padahal geliat di bandara kualanamu dimulai sejak pukul 5 pagi, dan terkahir hal ini akan memberikan semangat baru bagi pertumbuhan ekonomi di sumut sebab sudah merasa adanya kenyamanan dan keamanan,” kata Parlindungan Purba.
Sementara itu Staf Pengawas Balai Besar Jalan Hobby B.Aritonang bersama L Sinaga mengatakan bahwa perbaikan lampu jalan untuk tahun ini ada 19 titik dari 64 titik yang ada di area fly over Jln.Sultan Serdang menuju Bandara Kualanamu.
“Untuk realisasinya diperkirakan akan dilakukan setelah Lebaran Idulfitri 1447H/2026, dengan terlebih dahulu memperbaiki 19 titik lampu jalan di lokasi Fly Over baik Menuju ataupun keluar dari Bandara Kualanamu,” tegas Hobby B Aritonang.
Parlindungan Purba selaku Tokoh Masyarakat Sumut serta Staf Pengawas dari Balai Besar Jalan Wilayah Sumut berharap, jika Lampu Jalan di Lokasi Fly Over telah selesai dikerjakan dan kembali menyala, maka tanggung jawab untuk menjaga fasilitas umum di dekat lokasi objek vital ini merupakan tanggungjawab bersama.
“Untuk menjaga Fasilitas umum lampu jalan di lokasi Fly Over ini bukan saja tanggungjawab Aparat Penegak Hukum (APH) tapi masyarakat sekitar dan pihak Bandara saling bersinergi agar lampu jalan ini dapat dijaga, dipelihara sehingga para maling lampu tidak dapat melakukan aksinya lagi dan jika jalan sudah terang, mudah-mudahan tingkat kriminalitas di lokasi tersebut dapat berkurang,” tegas Parlindungan Purba. ( Sur )





