
Sipipis Serdang Bedagai – Gnewstv.id
Sejumlah masyarakat Desa Bahsumbu dan Desa Naga Kesiangan, juga Desa Sibaro dan Simalas di Kecamatan Sipuspis, dan Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).Sumatera Utara, berbondong – bondong menangkap ikan mabuk dan mati dialiran sungai bah sumbu, pada Kamis (15/5/2025) sore.

Aksi penangkap ikan mabuk menggunakan alat jaring ini, juga menjadi tontonan ribuan warga setempat dan yang sedang melintas di lokasi peristiwa.

Tampak dialiran sungai tersebut, jenis ikan bahung dan paitan mabuk sehingga warga mudah menangkap ikan dengan menggunakan alat jaring seadanya hingga mendapat puluhan bahkan hingga ratusan kilo gram ikan.

Menurut Beni, kepda wartawan seorang warga pencari ikan, masuknya ikan tersebut diduga diakibatkan adanya aliaran limbah PKS PT. TSP (Tenera Sergai Perkasa) yang beroperasi di Desa Silau Padang, Kecamatan Sipispis, kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

” Ia bang. kami menangkap ikan mabuk disungai ini bang, kami menduga mabuknya ikan ini diakibatkan ada PKS PT. TSP membuang limbah ke sungai ini bang. Kalau ikan yang kami dapat ikan bahung dan paitan bang, satu jam kami mencari ikan kami dapat sekitar 50 kg bang” ucap warga Desa Naga Kesiangan Itu.
Selain itu, dirinya menyebut, air sungai yang sempat berwarna menghitam pekat tersebut, iuga mengakibatkan gatal gatal dibadan.
” Saat kami cari ikan, gatal gatal juga badan kami bang” tuturnya menyesal.
Menanggapi hal ini, Suhartoyo Kades Bah Sumbu saat dikonfirmasi wartwan mengakui, mabuknya ikan disungai ini sudah dua kali terjadi dan diduga disebabkan oleh di duga limbah Pengelolaan Kelapa Sawit yang ada di hulu sungai bahsombu.
Dirinya juga mencurigai, aliran sungai ini sudah dicemari oleh zat zat mengandung kimia.
” Saya harapkan dinas lingkungan hidup turun agar mengambil sample air untuk di test di laboratorium” ucapnya.
Selain warga sekitar , peristiwa matinya di duga ribuan ekor ikan di Sungai bahsombu di duga akibat limbah disinyalir milik pks di hulu sungai Itu, beredar luas pula di warga pengguna penggiat sosial media salah satunya facebok : milik Iroul Damanik dengan mengatakan : Rezeki dadakan.tapi untuk kedepanya habis ikan di sungai bahsombu.🤦🏻🤦🏻, dengan 9,8 ribu tayangan dan 103 tanggapan ini. dan adanya juga facebok milik Rapika silvia dengan menunjukan sejumlah ikan yang sudah lemas dan mati pada pengguna sosial media itu,yang juga sejumlah pemberitaan dari media online di sumut yang telah Viral.
Di tempat terpisah, Junaidi Harahap, yang pada saat Itu, Juga Ikut terjun Langsung di Lokasi kejadian, Sebagai Ketua Kelompok Masyarakat Pengelola dan Pemantau Das ( KMPPD ) di Kecamatan Sipispis, Propinsi Sumatera Utara, kepada media pada sabtu, 17/05/25 , mengungkapkan, sangat mengecam dan mengutuk keras atas kejadian dan Peristiwa yang tidak wajar ini.
Bahkan Pihaknya berencana mengambil bukti air limbah dan ikan mati , untuk di uji di Laboratorium Usu dan selanjutnya akan melaporkan secara resmi atas adanya dugaan Pencemaran Lingkungan sesuai ketentuan Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan hidup, dimana para pelakunya dapat di jerat Pidana 10 bahkan 15 tahun Penjara dan denda hingga sepuluh atau lima belas miliyar rupiah. Juga Kegiatan Pabrik dapat di hentikan dan di tutup secara Paksa.( tim – )..Bersambung….





