Simalungun-Gnewstv.id
Jembatan yang menghubungkan Dusun Padang riah desa Damak urat kecamatan sipispis kabupaten Serdang Bedagai dengan Desa Bah Bulian kecamatan raya kahean kabupaten Simalungun itu hancur diterjang banjir bandang.
Pada kamis 24 Februari 2023 sekira pukul 21.00.wib, tiba-tiba sungai bah bolon mengalami banjir besar dan melebih dari biasanya. menurut warga bernama saprik 55 tahun warga dusun Padang riah,mengatakan kepada awak media Gnewstv.id pada Kamis sore hujan tidak lebat,tetapi aliran sungai bah bolon meluap dan terjadi banjir besar, diperkirakan adanya hujan lebat yang terjadi dan turun dari dihulu Sungai, sehingga dampaknya mengakibatkan hancurnya sebuah jabatan gantung (jembatan alternatif-red) yang setiap hari dan selama ini, telah digunakan masyarakat sekitar dan terutama bagi anak sekolah SD, SMP, SLTA yg bersekolah ke Desa seberang ya itu Desa Bah Bulian dan Desa lainya,sekalipun ada jalan lain, “tetapi jaraknya hampir sepuluh kali lipat dari jalan dan jembatan gantung yang kini telah rusak dan hanyut di telan banjir bah tersebut.

Masih menurut Sapri , jembatan itu selama ini dibangun adalah dengan swadaya masyarakat Padang riah/rapuhan di tempat ia bermukim saat ini, dengan iuran seadanya dan dengan cara bergotong royong dari segenap lapisan Masyarakat sekitar ,sehingga terbangunya jembatan yang kini telah di telan banjir tersebut.
Dan hal ini ,dikatakan Sapri ,selama ini jembatan tersebut sudah berulang kali di usulkan untuk di lakukan Perbaikan dan pembangunannya,baik kepada Pihak Pemerintah Desa ( Nagori) maupun Pemerintah Kabupaten , Dimana Sebahagian dari masyarakat di Dusun dipandang riah itu, adalah masyarakat nagori panduman,namun terkesan selama ini Pihak Pemerintah setempat tidak mau peduli,apalagi meresponnya.

Sebagai mana di ketahui selama ini,warga yang melintasi di sekitar dimana jembatan yang hancur di telan Banjir bandang itu ,adalah merupakan warga di Dua Desa dan kabupaten yaitu : warga dusun Padang riah ,Desa Damak Urat,Kecamatan Sipis-pis,Kabupaten Serdang Bedagai dan Huta rapuhan Nagori panduman,Kecamatan Bangun Raya Sindaraya raya kahean ,Di Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara yang ternyata lokasi itu adalah merupakan lokasi batas antar Desa dan Kabupaten di Sumatera Utara tersebut.
Adapun Jembatan yang sempat di bangun dan kini hancur di telan banjir tersebut, di kabarkan masuk bagian wilayah Nagori panduman,Kecamatan Raya Kahean di Kabupaten Simalungun,Propinsi Sumatera Utara.
Dan kini masyarakat sangat membutuhkan jembatan itu Untuk di lakukan perbaikan secepatnya kembali sebab,penduduk di Dua dusun tersebut sangat mengharapkan jembatan yang hancur itu,segera mendapatkan sentuhan dan perbaikan,
Sebelumnya masyarakat sempat membuat Proposal Permohonan bantua kepada salah satu Pihak Perusahaan yang ada di Daerah mereka tersebut yaitu Kepada Pihak Pimpinan PT.PP LONSUM di Desa Bah Bulian,Kecamatan Raya Kahean dan hal itu mendapatkan respon positif serta bantuan berupa material dari Pimpinan Perusahaan yang beralamat di Nagori Bah Bulian ,Kecamatan Raya Kahean Bernama Bapak Syarudi Sagala dengan memberikan bantuan berupa : beberapa sak semen, pasir dan besi serta matrial lainya ,sehingga saat ini terlihat sudah berdiri tiga tiang bangunan jembatan yang akan di ganti dan di bangun jembatan baru di tempat itu ,namun di karenakan warga kehabisan biaya dan dana ,kegiatanpun perbaikanpun terpaksa di hentikan.
Warga di tempat itupun tak putus asa dan tinggal diam,untuk Selanjutnya warga bersama Kepala Dusun (gamot) setempat bernama,Saprik Itu mengajukan menyampaikan Permohonan pembangunan jembatan mereka itu ,hingga sampai kepada Pihak Pemerintah Propinsi Sumatera Utara, sehingga akhirnya di kabarkan melalui Pemerintah Kabupaten Simalungun yaitu dinas PUPR Simalungun telah meninjau langsung lokasi Jembatan tersebut, yang kabarnya pula jembatan tersebut akan segera dibangun pada bulan depan yaitu bulan 03/2023 tahun ini.
Harapan masyarakat dan warga di tempat itu,segeralah di lakukan Perbaikan dan pembangunan kembali pada Lokasi Jembatan tersebut ,supaya akses masyarakat terutama anak sekolah yang selama ini menggunakan dan melintasi jembatan itu dapat kembali di lalui sebab, jembatan tersebut adalah merupakan akses alternatif dan jarak yang sangat dekat untuk menuju mereka belajar dan menuntut Ilmu ,dimana Perbaikan dan Pembangunan jembatan yang rusak Itu ,sangatlah di butuhkan sekali oleh mereka dan warga di tempat Itu.
Jarminsen Saragih Kabiro -Gnewstv.id Simalungun.








