Tebingtinggi-gnewstv.id
Satu hari menjelang Pencoblosan tanggal 14/02/2024 ,Pemilihan umum dalam Pelaksanaan pesta Demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI ,Calon Legislatif, pada hari ini di H -1 Pemilu , Pada ,13/02/2024,masih saja di temukan dugaan Kampanye terselubung melalui Android WhatsApp Grup yang terjadi.

Bahkan ironisnya, ini di lakukan oleh salah seorang oknum Pemimpin Jemaat di Salah satu Gereja tertentu yang ada di Kota Tebingtinggi di Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara,yang terindikasi mendapatkan tekanan dari oknum dari orang-orang tertentu, agar dapat mengajak para Jemaatnya di tempat Itu,untuk mau memilih oknum Caleg berinisial DB dari salah satu partai berkapala banteng tersebut.
Dalam pesan WhatsApp grup Itu, tercetus indikasi ajakan dan ungkapan yang mengatakan : ” Salam bapak ibu seluruh jemaat. Sebagaimana disampaikan secara lisan kemarin, bahwa dana pembangunan untuk GMI Maranatha Tebing Tinggi yang kita dapat peroleh dari Pemrovsu Medan sebesar Rp. 50.000.000,- , adalah hasil diskusi yang cukup baik antara Panitia Pembangunan dengan Bapak Delpin Barus, ST. Beliau sendiri tidak meminta balas jasa atas hal tersebut, tetapi sebagai dukungan moralitas, saya sekedar mengingatkan seluruh jemaat GMI Maranatha, mana tahu belum ada pilihan untuk calon legislatif (DPRD) provinsi Sumatera Utara, kiranya bapak ibu mendukung beliau dalam pemilihan 14 Februari nanti. Memang dari Tebing Tinggi, hanya Bapak Delpin Barus calon legislatif beragama Kristen dan juga jemaat Gereja Methodist Indonesia yang maju untuk pemilihan ke tingkat Sumatera Utara. jadi mohon diingatkan keluarga, anak-anak kita untuk mendukung beliau. Terima kasih bapak ibu.
Demikianlah kesan ajakan yang tersampaikan di Android grup whatsApp Jemaat Itu, yang di kirimkan pada Grup Jemaat, pada selasa, 13/02/2024, dimana ajakan Itu pun juga mendapatkan respon dari sejumlah Jemaat yang ada pada grup WhatsApp tersebut dan kini malah menjadi Pro dan kontra ,Pada Selasa ini ,Pukul 12.39.Wib.
atas peristiwa Itu, ketika hal ini coba di konfirmasikan kepada Pimpinan Jemaat bermarga mamora Itu, melalui telepon WhatsApp miliknya, mamora mengatakan ” dirinya pun mengakui menurutnya, itu kesalahan dan keteledoran yang ia perbuat,dimana,dirinya pun, belum tau benar perihal ketentuan Itu, dan terlebih hal Itu juga, malah terjadi di hari H – 1, di hari tenang ( Tidak Boleh Kampanye-red) ,sebelum hari Pencoblosan besok di tps , di hari pemilihan Umum 14/02/ 2024 ini, sembari mengatakan dirinya pun merasa agak sedikit tertekan dan malah terkesan seakan terintimidasi oleh Pihak-pihak tertentu yang mungkin saja ia kwatirkan Gereja mereka nantinya mendapat lis cacatan tidak baik, jika tidak memilih oknum Caleg ( yang di maksud-red ) seakan keadaan tersebut sudah seperti Itu..?..
Di tempat terpisah ketika hal ini, coba di konfirmasikan kepada Sekretaris Bawaslu Kota Tebingtinggi Zulfi Pandapotan Nasution, melalui WhatsApp miliknya, di katakanya “jika memang benar nantinya ada yang membuat Laporan dan menemukan informasi Laporan Itu, Pihaknya akan melaporkan dan mengkordinasikan hal Itu Kepada Pihak Pimpinan Bawaslu Kota Tebingtinggi dan Propinsi di Sumatera Utara Itu nantinya, ” ujar Zulfi Pandapotan mengakhiri.






